Ibu korban, Romanda, menceritakan tragedi itu terjadi saat mereka melintas dengan becak bermotor di Jalan Kolonel Yosudarso, Kota Medan, tepat di tengah bentrokan warga.
“Saat melintas, anakku menjerit histeris. Pelipisnya berdarah. Ternyata terkena peluru nyasar,” kata Romanda dengan suara bergetar.
Kondisi Asni saat ini sangat memprihatinkan. Ia dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan peluru, namun keluarga mengaku kesulitan menyiapkan biaya.
“Tolong anakku. Setiap malam dia menangis menahan sakit. Kami tak mampu membiayai operasi,” lirih Romanda dikutip dari RMOLSumut.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, memastikan laporan resmi telah diterima dan identitas pelaku sudah terdeteksi.
“Tim kami sedang bekerja di lapangan. Mohon dukungan masyarakat agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Agus.

