Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka (foto: Okezone)
JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, menemukan 70 anak yang terpapar ideologi ekstremisme melalui komunitas online bernama The True Crime Community. Puluhan anak ini berasal dari 19 provinsi di Indonesia.
Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan komunitas tersebut tidak dibentuk oleh organisasi resmi, melainkan tumbuh secara spontan karena minat yang sama di media sosial.
“Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh, organisasi, maupun institusi. Tetapi tumbuh secara sporadis seiring perkembangan media digital, sebagai pertemuan antara minat terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital transnasional,” kata Mayndra di Kantor Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).
Konten-konten digital yang dibagikan dalam komunitas ini membuat anak-anak mudah terpapar paham ekstremisme. Dari total 70 anak yang terdeteksi, wilayah Jakarta tercatat menjadi penyumbang terbanyak dengan 15 anak.
Densus 88 langsung melakukan asesmen dan konseling terhadap anak-anak yang terpapar. “Dari 70 anak, 67 sudah dilakukan asesmen, mapping, dan konseling dengan berbagai stakeholder di masing-masing wilayah,” ujar Mayndra.
Langkah ini bertujuan mencegah anak-anak tersebut larut dalam paham ekstremisme dan memastikan mereka mendapatkan bimbingan serta perlindungan yang tepat.
(Awaludin)

