Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penampilan Pemain Liverpool: Dua Pemain Dapat Nilai 5/10

    January 12, 2026

    IPDN Berperan Strategis Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

    January 12, 2026

    Segini Gaji dan Tunjangan Pegawai Pajak, Kok Masih Korupsi? : Okezone Economy

    January 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Pemprov Jabar soal Kontraktor Belum Dibayar Rp621 Miliar: Tunda Bayar

    Pemprov Jabar soal Kontraktor Belum Dibayar Rp621 Miliar: Tunda Bayar

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 7, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Bandung, CNN Indonesia —

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) buka suara soal kontraktor proyek yang belum dibayar yang nilainya hingga Rp621 miliar.

    Pemprov mengklaim pembayaran proyek pada APBD 2025 belum dilakukan karena ada penundaan dan bukan disebabkan krisis keuangan daerah. Tunda bayar tersebut murni persoalan mekanisme penutupan tahun anggaran dan seluruhnya dipastikan akan dibayarkan pada 2026.

    “Ini bukan krisis. Tunda bayar enggak ada masalah, ini hanya masalah mekanisme saja,” ujar Sekda Jabar Herman Suryatman, dalam video yang dikeluarkan Diskominfo Jabar, pada Rabu (7/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ia menjelaskan sejak awal, APBD 2025 dirancang secara progresif dengan target pendapatan dan belanja yang sama-sama tinggi. Dampaknya, kinerja belanja melonjak signifikan, meski realisasi pendapatan hanya mencapai 94,37 persen.

    “Pak Gubernur sudah memberikan arahan, APBD 2025 kita progresif. Pendapatan kenceng, belanja juga kenceng. Alhamdulillah belanjanya luar biasa,” katanya.





    Menurutnya, capaian pendapatan 94,37 persen tidak mencerminkan kinerja yang buruk, melainkan akibat target yang sengaja dipasang di atas rata-rata.

    “Bukan berarti pendapatan kita tidak optimal. Tapi targetnya memang tinggi, sehingga realisasinya 94,37 persen dan ada kekurangan untuk belanja,” jelasnya.

    Akibat belanja yang sangat agresif, kas daerah hampir sepenuhnya terserap untuk pelayanan publik.

    “Kas daerah sudah kita belanja semua. RKUD kita sempat tinggal Rp500 ribu. Artinya betul-betul habis dibelanjakan untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Adapun nilai tunda bayar yang terjadi mencapai sekitar Rp621 miliar dan mencakup 621 proyek di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Yang tunda bayar ada 621 proyek. Di antaranya di Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan beberapa OPD lainnya. Ada pekerjaan jalan, PJU, dan lain sebagainya,” katanya.

    Ia memastikan, seluruh kewajiban tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2026.

    “Yang Rp600 miliar itu sudah kita alokasikan di 2026. Jadi aman, pasti dibayar,” tegasnya.

    Terkait kekhawatiran sanksi atau dampak terhadap penyedia jasa, Pemprov memastikan tidak ada persoalan selama pelaksana kegiatan kooperatif.

    “Enggak ada sanksi. Yang penting pelaksana kegiatan mau menerima dan kooperatif. Dari awal sudah kita beri warning dan teman-teman menerima. Yang terpenting ada kepastian,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Pemprov sengaja memilih memaksimalkan belanja dibanding menyisakan dana menganggur.

    “Tugas pemerintah itu menyejahterakan. Kami fokus agar belanja dioptimalkan, jangan sampai ada idle money. Yang bahaya justru kalau banyak uang menganggur,” katanya.

    Meski kas daerah sempat menipis, Pemprov memastikan operasional pemerintahan tetap berjalan normal.

    “Walaupun sisa Rp500 ribu, seiring DAU masuk gaji tetap lancar. Rp200 miliar sudah kita distribusikan untuk gaji pegawai. Per hari ini di RKUD ada Rp20 miliar. Ini dinamis,” paparnya.

    Ia menegaskan kembali bahwa risiko tunda bayar memang melekat pada belanja yang agresif, namun masih dalam batas yang bisa dikelola.

    “Saat kinerja belanja bagus, memang ada risiko tunda bayar. Tapi enggak ada masalah selama penyedia mau menerima dan ada kepastian dibayar,” pungkasnya.

    (csr/dal)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Demo Ratusan Jagal Bawa Sapi Geruduk DPRD, Tuntut Walkot Surabaya

    January 12, 2026

    Mensos Ungkap Kondisi Siswa Sekolah Rakyat: Jadi Bugar, Anemia Turun

    January 12, 2026

    Sidang Putusan Sela, Hakim Perintahkan JPU Beri Audit BPKP ke Nadiem

    January 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Penampilan Pemain Liverpool: Dua Pemain Dapat Nilai 5/10

    Berita Olahraga January 12, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liverpool mengabarkan bahwa Liverpool berhasil melaju ke babak berikutnya di Piala FA setelah…

    IPDN Berperan Strategis Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

    January 12, 2026

    Segini Gaji dan Tunjangan Pegawai Pajak, Kok Masih Korupsi? : Okezone Economy

    January 12, 2026

    Anthony Edwards Jadi Penentu Kebangkitan Gila Timberwolves atas Spurs

    January 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Penampilan Pemain Liverpool: Dua Pemain Dapat Nilai 5/10

    January 12, 2026

    IPDN Berperan Strategis Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

    January 12, 2026

    Segini Gaji dan Tunjangan Pegawai Pajak, Kok Masih Korupsi? : Okezone Economy

    January 12, 2026

    Anthony Edwards Jadi Penentu Kebangkitan Gila Timberwolves atas Spurs

    January 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.