Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Belum Balapan, Isack Hadjar Sudah Diingatkan untuk Tak Menantang Verstappen

    January 14, 2026

    Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Imbas Bencana

    January 14, 2026

    Kadar Co2 Tinggi, Petugas Belum Bisa Masuk TKP Diduga Ledakan Tambang Emas Bogor : Okezone News

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

    Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 8, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus penulis buku Pola dan Akar Korupsi, Prof. Dr. Etty Indriati, menilai polemik pengadaan Chromebook perlu dilihat secara utuh, terutama dalam konteks situasi darurat pandemi Covid-19 saat kebijakan itu diambil.


    Menurut Prof. Etty, publik kerap mengabaikan fakta bahwa keputusan pengadaan Chromebook lahir pada masa krisis, ketika dunia pendidikan menghadapi tantangan besar akibat pembelajaran jarak jauh. Dalam kondisi tersebut, pengambilan keputusan cepat merupakan bagian dari hak prerogatif seorang menteri.

    “Chromebook memungkinkan guru mengontrol kegiatan siswa secara real-time. Administrator juga memiliki kendali penuh, sehingga konten negatif seperti pornografi dan judi online bisa diblokir sejak awal. Ini keunggulan yang krusial untuk melindungi siswa,” ujarnya, Kamis, 8 Januari 2026.



    Secara antropologis dan fungsional, Prof. Etty menilai pemilihan Chromebook justru relevan untuk pendidikan dasar dan menengah. Ia merujuk pada praktik serupa yang telah lama diterapkan di Amerika Serikat.

    Meski demikian, Prof. Etty mengakui Chromebook memiliki keterbatasan. Perangkat ini membutuhkan koneksi internet yang stabil dan tidak dirancang untuk kebutuhan komputasi berat seperti pengeditan video atau gim.

    “Kelemahannya memang butuh internet kuat dan tidak didesain untuk program berat seperti edit video atau gaming. Tapi untuk standar pendidikan dasar, ini sangat memadai,” tambahnya.

    Yang lebih dikhawatirkan Prof. Etty adalah dampak jangka panjang jika kebijakan yang sah secara administratif terus dipersoalkan secara hukum tanpa dasar pembuktian yang kuat. Menurutnya, kondisi ini berpotensi melumpuhkan keberanian pejabat publik dalam berinovasi.

    “”Kalau kebijakan seperti ini dipermasalahkan tanpa dasar yang jelas, orang akan takut berinovasi. Bahayanya, tidak akan ada perubahan baik karena pejabat eksekutif dihantui ketakutan dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

    Sebagai akademisi yang mendalami pola korupsi, Prof. Etty menekankan bahwa inti pembuktian tindak pidana korupsi terletak pada aliran dana atau follow the money.

    Jika kebijakan publik yang diambil dalam situasi darurat terus ditarik ke ranah pidana tanpa pembuktian aliran dana yang jelas, maka kondisi tersebut rawan mengarah pada kriminalisasi, di mana keputusan administratif diperlakukan seolah-olah kejahatan, sehingga membuat para pejabat eksekutif enggan mengambil langkah strategis dan inovatif. 

    “Bagi saya sederhana: jika tidak ada aliran dana ke Nadiem Makarim, maka tidak ada korupsi. Ini adalah kebijakan yang merupakan hak dan tanggung jawab Menteri. Jangan sampai energi bangsa habis untuk mempermasalahkan kebijakan yang sebenarnya tidak memberikan keuntungan pribadi bagi pengambil keputusan,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Imbas Bencana

    January 14, 2026

    Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

    January 14, 2026

    Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Belum Balapan, Isack Hadjar Sudah Diingatkan untuk Tak Menantang Verstappen

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita F1: Isack Hadjar resmi melangkah ke tahap terbesar dalam kariernya setelah dipromosikan ke…

    Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Imbas Bencana

    January 14, 2026

    Kadar Co2 Tinggi, Petugas Belum Bisa Masuk TKP Diduga Ledakan Tambang Emas Bogor : Okezone News

    January 14, 2026

    Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak, Kadar CO2 Tinggi

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Belum Balapan, Isack Hadjar Sudah Diingatkan untuk Tak Menantang Verstappen

    January 14, 2026

    Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Imbas Bencana

    January 14, 2026

    Kadar Co2 Tinggi, Petugas Belum Bisa Masuk TKP Diduga Ledakan Tambang Emas Bogor : Okezone News

    January 14, 2026

    Tambang Emas di Bogor Dikabarkan Meledak, Kadar CO2 Tinggi

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.