Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PM Nielsen: Greenland Pilih Denmark Ketimbang Amerika Serikat : Okezone News

    January 14, 2026

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Permufakatan Elite Rebut Kedaulatan Rakyat

    Permufakatan Elite Rebut Kedaulatan Rakyat

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 8, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng menilai, upaya pemerintah bersama partai pendukungnya, khususnya Partai Golkar, sebagai sebuah permufakatan elite yang bertujuan merampas hak kedaulatan rakyat.


    “Mereka ingin mengubahnya dari daulat rakyat menjadi daulat elite kembali,” kata Yusuf dalam pernyataannya, dikutip Kamis 8 Januari 2026.

    Yusuf menyanggah argumen pemerintah yang menyebutkan bahwa Pilkada langsung memicu biaya tinggi dan perpecahan di masyarakat. Menurutnya, alasan tersebut bersifat manipulatif untuk menutupi ambisi mempertahankan kekuasaan dengan cara yang lebih mudah.



    Ia justru menuding elite politiklah yang menjadi pemicu utama mahalnya biaya politik, termasuk praktik politik uang dan politik “gentong babi” (pork barrel politics) yang dilakukan dengan menyogok rakyat demi melanggengkan kekuasaan.

    “Mahalnya biaya politik bukan akibat mekanisme pemilihannya, tapi berakar dari kebodohan dan kemiskinan rakyat yang bukannya dientaskan, malah dibiarkan agar mudah disogok,” kata Yusuf.

    Faktor lainnya, kata Yusuf, adalah buruknya partai politik yang menetapkan mahar politik terlalu mahal bagi kandidat.

    “Memang benar pilkada lewat DPRD juga demokratis, tapi kadar demokratisnya jauh lebih rendah dibandingkan pemilihan langsung oleh rakyat,” pungkas Yusuf.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    2.000 Tewas dalam Penumpasan Protes Besar-besaran

    January 14, 2026

    Sektor Konstruksi Terpukul tapi DAX Tetap Tangguh

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    PM Nielsen: Greenland Pilih Denmark Ketimbang Amerika Serikat : Okezone News

    Program Presiden January 14, 2026

    Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen bersama dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. (Foto: X) KOPENHAGEN…

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    Misi Mikel Arteta Singkirkan Chelsea, Arsenal Incar Trofi Pertama Sejak 2020

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    PM Nielsen: Greenland Pilih Denmark Ketimbang Amerika Serikat : Okezone News

    January 14, 2026

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got, Pramono Bakal Tegur Transjakarta

    January 14, 2026

    Misi Mikel Arteta Singkirkan Chelsea, Arsenal Incar Trofi Pertama Sejak 2020

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.