Agam – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah melaksanakan penyerahan bantuan kemanusiaan sekaligus program trauma healing bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Rabu, 9 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera Barat. Bantuan disalurkan sebagai upaya meringankan beban warga sekaligus mendukung pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pascabencana.
Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai kebutuhan dasar, seperti perlengkapan tidur berupa tikar, bantal, dan selimut, serta makanan ringan. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak melalui kegiatan trauma healing, dengan pendampingan, permainan edukatif, dan pemberian mainan anak-anak guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc., menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya hadir membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat bagi masyarakat terdampak, terutama anak-anak.
“Bencana ini berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harus beradaptasi dengan kondisi yang sulit. Melalui bantuan dan kegiatan trauma healing ini, kami berharap dapat meringankan beban serta membantu memulihkan semangat masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi antara Kwarda Jawa Tengah dan Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat, serta dukungan para relawan Pramuka Peduli yang terlibat langsung di lapangan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Gerakan Pramuka menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat maupun masa pemulihan, dengan menjunjung tinggi nilai kepedulian, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.


