Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    January 11, 2026

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Wakil Walkot Surabaya Tolak Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi

    Wakil Walkot Surabaya Tolak Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 9, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, Armuji, tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.

    Ia menilai hal itu merupakan kemunduran demokrasi dan bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat.

    Armuji mengatakan pemilihan kepala daerah seharusnya tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat, bukan dilaksanakan di ruang-ruang tertutup oleh elit politik.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Kalau kepala daerah dipilih lewat DPRD, calon tidak perlu turun ke kampung, ke kelurahan, ke RW dan RT. Cukup lobi, debat di ruang tertutup, lalu voting. Selesai,” ujar Armuji melalui keterangan tertulis, Kamis (8/1).

    Sebagai pelaku sejarah yang pernah menjadi anggota DPRD Surabaya periode 1999-2004, Armuji mengaku merasakan langsung dampak sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD pada masa lalu.





    Menurutnya, mekanisme Pilkada tak langsung tersebut membuat hubungan antara pemimpin dan rakyat menjadi berjarak hingga renggang.

    Berbeda dengan Pilkada langsung, calon kepala daerah harus turun ke masyarakat untuk mendengar keluhan warga dan menyampaikan gagasan secara terbuka. Proses ini, kata Armuji, membangun ikatan moral dan tanggung jawab antara pemimpin dan rakyat.

    “Kalau dipilih DPRD, rakyat tidak merasa memiliki pemimpinnya. Kepala daerah pun merasa cukup bertanggung jawab kepada dewan lewat laporan tahunan. Ini berbahaya bagi demokrasi,” ucapnya.

    Armuji juga menilai, wacana pilkada melalui DPRD tidak sejalan dengan sistem demokrasi saat ini, mengingat Presiden, DPR RI, dan DPRD tingkat provinsi hingga kabupaten/kota semuanya dipilih langsung oleh rakyat.

    “Ini kontradiktif. DPR dipilih langsung oleh rakyat, tapi kepala daerah mau dipilih DPR? Ini bukan kemajuan, tapi kemunduran demokrasi,” ucapnya.

    Sistem pemilihan tak langsung atau melalui DPRD di mata Armuji juga identik dengan praktik politik era Orde Baru, di mana kepala daerah dapat dengan mudah dijatuhkan melalui mekanisme politik di dewan.

    “Sekarang berbeda. Kepala daerah yang dipilih rakyat hanya bisa diberhentikan oleh rakyat atau karena alasan hukum yang jelas, seperti korupsi atau meninggal dunia. Itu lebih adil dan demokratis,” jelas Armuji.

    Menanggapi alasan Pilkada langsung rawan politik uang, Armuji justru menilai praktik tersebut tetap bisa terjadi, bahkan berpotensi lebih rawan bila pemilihan dilakukan melalui DPRD.

    “Kalau dipilih DPRD, politik uang tetap terjadi. Bahkan lebih gampang dihitung, karena yang menentukan cuma sekitar 50 orang (anggota DPRD). Transaksinya jadi lebih tertutup dan rawan,” ujarnya.

    Menurutnya, sistem pemilihan oleh DPRD justru membuka ruang besar bagi praktik politik transaksional karena lingkaran pemilihnya sempit dan tidak transparan.

    DPC PDIP Kota Surabaya, lanjut Armuji, akan tetap tegak lurus pada prinsip kedaulatan rakyat dan menolak segala bentuk upaya yang mengarah pada kemunduran demokrasi.

    “Posisi kami jelas, kepala daerah harus dipilih langsung oleh rakyat. Warga Surabaya ingin bertemu, menilai, dan menentukan sendiri pemimpinnya. Demokrasi tidak boleh mundur,” pungkasnya.

    (frd/kid)






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Suporter Persija dan Persib Bentrok di Sawangan

    January 11, 2026

    Ekskavator Sewa Rp900 Ribu per Jam

    January 11, 2026

    Harta Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu Rp4,8 Miliar

    January 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    Berita Olahraga January 11, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita F1: Sejumlah besar penggemar Formula 1 tidak yakin bahwa Lewis Hamilton akan mampu…

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026

    Jalen Williams Akui Masih Sulit Tampil Apik Pasca Cedera Pergelangan Tangan

    January 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Lewis Hamilton Diragukan Raih Gelar Kedelapan F1

    January 11, 2026

    Prananda-Puan Kompak Cium Megawati

    January 11, 2026

    Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Naik Pangkat, Pengamat Nilai Prabowo Perhatikan Atlet : Okezone News

    January 11, 2026

    Jalen Williams Akui Masih Sulit Tampil Apik Pasca Cedera Pergelangan Tangan

    January 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.