ID Corner – Riuh rendah tawa pecah di dalam bus yang membawa rombongan gerakan sosial Aksi Bersama pagi ini. Berbeda dari perjalanan dinas atau raker pada umumnya yang cenderung tenang, perjalanan menuju Villa Insani Puncak kali ini justru menjadi panggung keakraban bagi para relawan sebelum mereka berkutat dengan agenda strategis organisasi.
Perkenalan Penuh Tawa dan Kuis Dadakan
Sejak roda bus mulai berputar meninggalkan titik kumpul di BX pada pukul 08.00 WIB lewat, suasana langsung mencair. Panitia memulai sesi perkenalan yang tidak biasa; setiap anggota wajib memperkenalkan diri dengan cara yang unik, memicu gelak tawa dan riuh peserta lainnya. Tidak ada satu pun personel yang terlewat, memastikan semua wajah lama maupun baru saling mengenal lebih dalam.
Untuk menguji konsentrasi, panitia juga menyisipkan kuis dadakan. Peserta yang ditunjuk secara acak harus menebak identitas rekan yang baru saja memperkenalkan diri. Aktivitas ini terbukti efektif mengubah suasana bus yang biasanya diisi dengan tidur atau mendengarkan musik lewat earphone, menjadi sebuah ruang interaksi yang hidup dan dinamis.
Karaoke Massal: Pemanasan Sebelum Sidang Pleno
Keseruan mencapai puncaknya saat sesi perkenalan berganti menjadi panggung hiburan. Kak Lana, Bang Raye, dan Salman secara bergantian memimpin sesi karaoke, mengubah suasana bus menjadi ruang konser mini. Nyanyian bersama ini menjadi ajang pemanasan sebelum tim dihadapkan pada jadwal padat setibanya di lokasi raker.
Setibanya di Villa Insani sekitar pukul 12.00 WIB, tim akan langsung beralih ke agenda serius, mulai dari Refleksi Organisasi bersama Herry Dharmawan hingga sesi Pleno dari berbagai divisi. Raker ini memiliki misi krusial: mengonsolidasi program “Titian Persatuan” sebagai solusi nyata atas kebutuhan infrastruktur rakyat yang belum terjangkau pemerintah.
Perjalanan penuh tawa ini menjadi fondasi penting bagi soliditas tim sebelum mereka mengambil keputusan besar dalam Sidang Paripurna malam nanti untuk melanjutkan estafet gotong royong yang telah dimulai sejak Mei 2025 lalu.


