Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pablo Mari Tinggalkan Fiorentina Menuju Al-Hilal Inzaghi

    January 10, 2026

    Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

    January 10, 2026

    Hamburg Kalah di Markas Freiburg, Merlin Polzin Salahkan Kartu Merah

    January 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Dolar AS Perkasa di Tengah Melambatnya Data Tenaga Kerja

    Dolar AS Perkasa di Tengah Melambatnya Data Tenaga Kerja

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 10, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Indeks Dolar (DXY) menutup pekan ini dengan tangguh, naik 0,25 persen ke level 99,13. 


    Data Non-Farm Payrolls (NFP) Desember hanya menambah 50.000 lapangan kerja, di bawah ekspektasi pasar sebesar 60.000. Namun begitu, Dolar AS tetap melaju dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

    Pasar tenaga kerja yang mendingin justru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari mendatang. Probabilitas pasar untuk skenario “tahan bunga” ini melonjak drastis dari 68 persen bulan lalu menjadi 95 persen.



    DXY mendapatkan tenaga tambahan dari melemahnya rival-rival utamanya. Dolar menyentuh level tertinggi satu tahun di 158,185 Yen dipicu ketidakpastian politik di Jepang terkait rencana pemilu mendadak.

    Euro melemah terhadap Dolar AS, turun ke 1,1635 Dolar AS setelah data ekspor Jerman secara tak terduga melemah. Pound sterling dan Dolar Kanada juga terpantau melemah terhadap Dolar AS.

    Meskipun pasar sempat waspada terhadap potensi putusan Mahkamah Agung terkait tarif dagang Donald Trump, penundaan putusan tersebut memberikan ruang bagi Dolar untuk tetap stabil di jalur penguatannya.

    Secara keseluruhan, meskipun pertumbuhan ekonomi AS terlihat moderat, posisi Dolar tetap dominan karena kebijakan moneter AS dianggap lebih stabil dibandingkan ketidakpastian politik dan ekonomi yang terjadi di Jepang serta Eropa.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

    January 10, 2026

    Rakernas PDIP Bentuk Tujuh Komisi untuk Jawab Tantangan Nasional

    January 10, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat Imbas Penyusutan Daya Beli

    January 10, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pablo Mari Tinggalkan Fiorentina Menuju Al-Hilal Inzaghi

    Berita Olahraga January 10, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia kembali hadir dengan kabar terbaru dari lapangan hijau. Kali ini, berita…

    Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

    January 10, 2026

    Hamburg Kalah di Markas Freiburg, Merlin Polzin Salahkan Kartu Merah

    January 10, 2026

    Rakernas PDIP Bentuk Tujuh Komisi untuk Jawab Tantangan Nasional

    January 10, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pablo Mari Tinggalkan Fiorentina Menuju Al-Hilal Inzaghi

    January 10, 2026

    Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

    January 10, 2026

    Hamburg Kalah di Markas Freiburg, Merlin Polzin Salahkan Kartu Merah

    January 10, 2026

    Rakernas PDIP Bentuk Tujuh Komisi untuk Jawab Tantangan Nasional

    January 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.