Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ducati Akui Gagal Maksimalkan Kekuatan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025

    January 11, 2026

    Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

    January 11, 2026

    Israel Lancarkan Serangan Semalaman di Gaza, Tewaskan Setidaknya 3 Warga Palestina : Okezone News

    January 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

    Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 11, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Di banyak daerah, tambang emas rakyat bukan pilihan ideologis, melainkan pilihan bertahan hidup. Ketika akses legal ditutup total, aktivitas itu tidak berhenti, tetapi berubah menjadi PETI. Konsekuensinya nyata: tidak ada standar keselamatan, tidak ada kendali lingkungan, konflik antara rakyat dan aparat terus berulang, sementara cukong dan perantara ilegal justru tumbuh subur. Larangan total gagal menciptakan ketertiban, dan justru melanggengkan kekacauan yang tidak pernah diakui secara resmi.


    Emas sendiri bukan sekadar komoditas ekspor. Ia adalah alat simpan nilai nyata. Ketika rakyat sepenuhnya dilarang mengakses emas, mereka dipaksa bergantung penuh pada uang kertas dan sistem keuangan yang rentan inflasi dan krisis. Ironisnya, di negeri yang kaya emas, masyarakat di sekitar tambang sering kali tetap miskin. Seluruh emas disedot oleh tambang korporasi besar, diekspor, atau masuk ke industri keuangan, tanpa pernah menguatkan ekonomi lokal.

    Dalam konteks ini, tambang emas rakyat skala kecil justru memiliki fungsi distribusi aset yang penting. Ia menyebarkan emas ke lapisan bawah, menggerakkan ekonomi desa, dan menciptakan ketahanan ekonomi mikro yang riil. Pengalaman di banyak wilayah menunjukkan bahwa daerah dengan aktivitas tambang tradisional seringkali lebih tahan terhadap guncangan ekonomi dibandingkan daerah yang sepenuhnya bergantung pada sektor formal.



    Pilihan kebijakan yang rasional seharusnya bukan antara membebaskan sepenuhnya atau melarang total, melainkan melakukan legalisasi terbatas dengan batas yang tegas. Tambang rakyat perlu dibatasi pada kelompok kecil, wilayah sempit, durasi izin singkat, serta produksi yang dikontrol ketat. Dengan desain seperti ini, negara justru lebih mudah mengawasi dibandingkan memburu tambang ilegal yang terus berpindah dan bersembunyi.

    Paradoks terbesar kebijakan saat ini adalah atas nama lingkungan, negara justru mempertahankan kebijakan yang membuat kerusakan lingkungan semakin parah. Tambang ilegal menggunakan merkuri dan sianida tanpa pengawasan, merusak sungai dan sumber air, serta meninggalkan lubang tambang terbuka. 

    Sebaliknya, tambang rakyat yang dilegalkan dapat dipaksa tunduk pada aturan sederhana namun tegas: larangan total merkuri, pelarangan alat berat, kewajiban menutup lubang bekas tambang, serta perlindungan kawasan air dan hutan lindung. Kehilangan sebagian hasil jauh lebih masuk akal dibandingkan kerusakan kesehatan dan lingkungan jangka panjang.

    Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah memaksa emas rakyat masuk ke sistem perbankan. Begitu emas berubah menjadi angka digital, rakyat kembali kehilangan kendali atas asetnya. Model yang lebih sehat adalah membiarkan emas tetap fisik, disimpan sendiri atau melalui koperasi emas, dijual ke BUMN, koperasi daerah, atau lembaga zakat, tanpa dijadikan instrumen kredit atau spekulasi. Dengan cara ini, emas berfungsi sebagai penyangga ekonomi, bukan alat eksploitasi finansial.

    Dalam skema seperti ini, negara tidak kehilangan peran. Justru sebaliknya, negara berfungsi sebagai pengatur yang efektif: menentukan lokasi tambang, menetapkan batas teknis dan lingkungan, mengawasi pelaksanaan, serta menyerap sebagian emas sebagai cadangan nasional. Negara tidak perlu bertindak sebagai pemilik mutlak atau pengusir rakyat kecil, apalagi sebagai alat kriminalisasi kemiskinan.

    Tambang emas rakyat bukan masalah moral dan bukan pula masalah ideologis. Ia adalah masalah desain kebijakan. Larangan total telah terbukti gagal selama puluhan tahun. Terus mempertahankannya hanya berarti mempertahankan kegagalan yang sama. Legalisasi terbatas tambang emas rakyat skala kecil adalah pilihan yang lebih jujur pada realitas, lebih adil bagi rakyat, dan lebih terkendali bagi lingkungan. Pertanyaannya bukan lagi apakah negara mampu, melainkan apakah negara mau berhenti berpura-pura.

    Muchamad Andi Sofiyan
    Penggiat literasi dari Republikein StudieClub
     





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

    January 11, 2026

    Venezuela Kuasai 17 Persen Cadangan Minyak Dunia, Tapi Produksinya Rendah

    January 11, 2026

    Walkot Depok Gelontorkan Rp100 Miliar Atasi Kemacetan di Sawangan

    January 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Ducati Akui Gagal Maksimalkan Kekuatan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025

    Berita Olahraga January 11, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita MotoGP: Ducati secara terbuka mengakui bahwa mereka gagal mengeluarkan potensi terbaik Francesco Bagnaia…

    Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

    January 11, 2026

    Israel Lancarkan Serangan Semalaman di Gaza, Tewaskan Setidaknya 3 Warga Palestina : Okezone News

    January 11, 2026

    KPK Ungkap Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Rugikan Negara Rp59 Miliar

    January 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Ducati Akui Gagal Maksimalkan Kekuatan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025

    January 11, 2026

    Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

    January 11, 2026

    Israel Lancarkan Serangan Semalaman di Gaza, Tewaskan Setidaknya 3 Warga Palestina : Okezone News

    January 11, 2026

    KPK Ungkap Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Rugikan Negara Rp59 Miliar

    January 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.