Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hasil NBA: San Antonio Spurs Taklukkan Boston Celtics 100-95

    January 11, 2026

    Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

    January 11, 2026

    Hasil NBA: Cleveland Cavaliers Bekuk Minnesota Timberwolves 146-134

    January 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Ramai-ramai Warga Tolak Aktivitas Tambang di Kaki Gunung Slamet

    Ramai-ramai Warga Tolak Aktivitas Tambang di Kaki Gunung Slamet

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 11, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Sekitar 100 warga Kecamatan Sumbang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kaki Gunung Slamet yang masuk wilayah Desa Gandatapa, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, karena dinilai merusak lingkungan.

    Penolakan tersebut diwujudkan dengan mendatangi area tambang yang berlokasi di perbatasan Desa Gandatapa dan Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Minggu, untuk menggelar aksi damai.

    Kendati demikian aksi tersebut tidak diisi dengan orasi, melainkan pengecekan kondisi terkini lahan yang rusak akibat penambangan pasir hitam dan diakhiri dengan pemasangan spanduk penolakan aktivitas pertambangan di pagar maupun pintu masuk area tambang.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang Eka Wisnu mengatakan penolakan tersebut merupakan bentuk solidaritas warga Sumbang terhadap masyarakat Desa Gandatapa yang merasakan langsung dampak aktivitas tambang.

    Dalam hal ini, kata dia, aksi penolakan diwujudkan dengan pemasangan spanduk sebagai simbol sikap warga terhadap keberadaan tambang.





    Ia menegaskan warga bukan menolak aturan atau kebijakan pemerintah, melainkan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari aktivitas pertambangan terhadap lingkungan dan keberlanjutan hidup generasi mendatang.

    “Kita sifatnya bersolidaritas dengan warga Gandatapa pada khususnya untuk memasang spanduk yang pada intinya adalah menolak tambang, karena dampaknya sangat dirasakan, apalagi untuk generasi kita ke depan. Anak cucu kita semua bisa diwarisi bencana,” kata Eka seperti dikutip Antara, Minggu (11/1).

    Menurut dia, dampak paling nyata yang dirasakan masyarakat adalah kerusakan infrastruktur jalan yang terjadi dalam waktu singkat.

    Padahal, kata dia, jalan tersebut sebelumnya baru diperbaiki, namun kembali rusak di beberapa titik akibat aktivitas kendaraan berat yang melintas dari kawasan tambang.

    “Jalan-jalan cepat rusak, dan sementara jalan rusak itu tidak pernah dari pihak tambang sendiri yang menyentuh untuk perbaikan, semua hanya menunggu anggaran dari pemerintah. Ini baru beberapa bulan sudah ada yang rusak,” katanya.

    Selain infrastruktur, kata dia, penurunan debit air menjadi keluhan serius warga karena berpengaruh terhadap kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

    Ia menilai kondisi tersebut akan semakin memburuk jika aktivitas penambangan terus berlangsung tanpa pengawasan dan evaluasi yang ketat.

    Menurut dia, di depan area tambang saat sekarang terpasang tanda peringatan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa area tersebut sedang dalam pengawasan oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup, namun aktivitas pertambangan tetap berjalan seperti biasa.

    “Pengawasan dari KLH ada, tapi aktivitas penambangan tetap berjalan seperti biasa. Kita ini bukan alergi aturan, tapi yang kita pertimbangkan justru efek dan dampak jangka panjangnya,” katanya.

    Ia mengatakan harapan utama warga yang tergabung dalam aliansi tersebut adalah penutupan total aktivitas tambang di wilayah tersebut.

    Menurut dia, penutupan sementara seperti yang pernah terjadi di lokasi lain belum cukup untuk menjawab keresahan masyarakat.

    “Harapan dari warga, tambang ini ditutup total. Sampai sekarang belum ada tindakan penutupan, masih dalam tahap-tahap berikut dan aktivitas masih jalan,” kata Eka menegaskan.

    (antara)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Warga Donggala Terisolir akibat Longsor, BPBD Kirim Alat Berat

    January 11, 2026

    Suporter Persija dan Persib Bentrok di Sawangan

    January 11, 2026

    Ekskavator Sewa Rp900 Ribu per Jam

    January 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Hasil NBA: San Antonio Spurs Taklukkan Boston Celtics 100-95

    Berita Olahraga January 11, 2026

    Ligaolahraga.com -San Antonio Spurs meraih kemenangan penting usai menaklukkan tuan rumah Boston Celtics dengan skor…

    Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

    January 11, 2026

    Hasil NBA: Cleveland Cavaliers Bekuk Minnesota Timberwolves 146-134

    January 11, 2026

    Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

    January 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Hasil NBA: San Antonio Spurs Taklukkan Boston Celtics 100-95

    January 11, 2026

    Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

    January 11, 2026

    Hasil NBA: Cleveland Cavaliers Bekuk Minnesota Timberwolves 146-134

    January 11, 2026

    Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

    January 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.