Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Prediksi Den Bosch vs PSV Eindhoven, 15 Januari 2026 KNVB Beker

    January 12, 2026

    Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    January 12, 2026

    Jakarta Banjir, Megawati Langsung Diskusi dengan Rano Karno : Okezone News

    January 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Ketidakjelasan Purbaya dan Dana Bencana Rp51 Triliun

    Ketidakjelasan Purbaya dan Dana Bencana Rp51 Triliun

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 12, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Hal itu disampaikan saat pendataan korban meninggal, rumah hilang, hancur, rusak berat dan ringan termasuk berbagai fasilitas publik lainnya masih berjalan. Sepertinya Menkeu Purbaya hanya main hantam kromo dan pencitraan semata dalam menjanjikan anggaran kepada wilayah bencana. 


    Artinya, jika dibagi rata alokasi anggaran Rp51 triliun itu masing-masing Provinsi akan beroleh Rp17 triliun. Perhitungan pukul rata jelas tidak akan dipilih oleh Menkeu Purbaya sebagai seorang ekonom teknokratik berlatar belakang sarjana teknik. 

    Tentulah, kajian mendalam dan pengalaman pasca bencana wilayah lain beserta uji coba (exercise) anggaran sangat diperlukan. Yaitu, alokasi anggaran bencana seharusnya berdasarkan perhitungan kerugian yang diderita dan jumlah total biaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.



    Semisal, untuk membangun perumahan rakyat layak type sederhana saja per unit rata-rata biasanya hanya membutuhkan dana Rp250 juta per unit. Maka, jika rumah korban bencana yang hilang, rusak berat dan ringan berjumlah 10.000 unit, total alokasinya berjumlah Rp2,5 triliun saja. 

    Lalu, kemanakah sisa alokasi dana Rp48,5 triliun ini setelah digunakan sebagian untuk membangun kembali fasilitas publik lainnya? Alokasi sejumlah Rp51 triliun yang tanpa berbasis data valid jelas merupakan lahan korupsi baru di tengah penderitaan rakyat korban bencana.

    Sebagai pembanding, alokasi dana desa pembangunan sumur bor oleh rakyat desa saja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganggarkan Rp150 juta. Sementara itu, pekerjaan proyek yang dilakukan oleh masyarakat desa hanya sejumlah Rp20 juta per unit. Jumlah ini tidak hanya melebihi anggaran riilnya, melainkan sangat besar dan jumbo serta mampu membangun tujuh sumur lagi. 

    Oleh karena itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa harus bertindak rasional, realistis, obyektif dan bijaksana dalam mengelola anggaran dan keuangan negara.

    Pertanyaannya, apakah memang benar dan data yang valid jumlah rumah rusak 183.308 unit? Sebab, alokasi anggaran perumahan layak sederhana saja sudah mencapai Rp45,727 triliun. Dengan begitu anggaran untuk pembiayaan lainnya hanya tersisa Rp5,273 triliun saja. Perlu dijelaskan secara transparan alokasi apa saja jumlah ini disaat rasionalisasi anggaran kementerian/lembaga juga dilakukan.

    Defiyan Cori 
    Ekonom Konstitusi





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    January 12, 2026

    Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

    January 12, 2026

    Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

    January 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Prediksi Den Bosch vs PSV Eindhoven, 15 Januari 2026 KNVB Beker

    Berita Olahraga January 12, 2026

    Ligaolahraga.com -Setelah lebih dari satu dekade, Den Bosch siap menyambut PSV Eindhoven di Stadion de…

    Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    January 12, 2026

    Jakarta Banjir, Megawati Langsung Diskusi dengan Rano Karno : Okezone News

    January 12, 2026

    Amorim Sudah Dipecat, Kobbie Mainoo Dituntut Buktikan Diri di MU

    January 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Prediksi Den Bosch vs PSV Eindhoven, 15 Januari 2026 KNVB Beker

    January 12, 2026

    Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    January 12, 2026

    Jakarta Banjir, Megawati Langsung Diskusi dengan Rano Karno : Okezone News

    January 12, 2026

    Amorim Sudah Dipecat, Kobbie Mainoo Dituntut Buktikan Diri di MU

    January 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.