Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RB Salzburg Siap Jadi Pesaing Utama Inter Milan Untuk Leon Jakirovic

    January 13, 2026

    Jakarta Banjir Tapi Nggak Ada yang Ribut

    January 13, 2026

    Sumber Kekayaan Timothy Ronald yang Kini Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran Rupiah : Okezone Economy

    January 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Bangsa Ini Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa!

    Bangsa Ini Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa!

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 13, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pemimpin yang dimaksud memiliki moral dan berintegritas tinggi, dan bukan sosok penguasa yang hanya mengejar kepentingan pribadi atau kelompok. 


    “Saya berharap dengan hadirnya Gerakan Nurani Bangsa di Gedung Pemuda ini, para pemimpin kita sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin, bukan penguasa,” kata Kardinal Suharyo dalam konferensi pers “Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026” di Grha Pemuda Kompleks Katedral Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Januari 2026.

    Lebih spesifik, Kardinal Suharyo membedakan makna “pemimpin” dan “penguasa”. Pemimpin merupakan sosok pemberi teladan yang siap berkorban demi rakyat sementara penguasa sebaliknya, memikirkan kepentingan kelompok, keluarga atau yang menguntungkan diri sendiri.



    “Penguasa itu akhirnya tidak akan memikirkan kepentingan bersama, yang dipikirkan adalah kelompoknya, pribadinya, keluarganya, atau apapun yang bukan kebaikan bersama,” terang Suharyo.

    Itu sebabnya, Kardinal Suharyo berharap ada sosok pemimpin yang cinta dan takut terhadap apa yang dipimpin atau sederhananya mengutip kearifan lokal Jawa dengan istilah ajrih asih.

    “Ajrih itu takut, Asih itu hormat, mencintai. Bukan ketakutan seekor tikus yang dikejar kucing, bukan. Tetapi karena hormat, dia takut. Takut bukan takut salah, tetapi takut kalau tidak mengikuti moralitas tinggi dari pemimpinnya,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jakarta Banjir Tapi Nggak Ada yang Ribut

    January 13, 2026

    Polda Tak Tahan Kepala BPN Bali Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan

    January 13, 2026

    Kekaisaran Trump dan Kegilaan Perang

    January 13, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    RB Salzburg Siap Jadi Pesaing Utama Inter Milan Untuk Leon Jakirovic

    Berita Olahraga January 13, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: RB Salzburg dan beberapa klub Bundesliga dikabarkan akan menantang Inter Milan…

    Jakarta Banjir Tapi Nggak Ada yang Ribut

    January 13, 2026

    Sumber Kekayaan Timothy Ronald yang Kini Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran Rupiah : Okezone Economy

    January 13, 2026

    Polda Tak Tahan Kepala BPN Bali Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan

    January 13, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    RB Salzburg Siap Jadi Pesaing Utama Inter Milan Untuk Leon Jakirovic

    January 13, 2026

    Jakarta Banjir Tapi Nggak Ada yang Ribut

    January 13, 2026

    Sumber Kekayaan Timothy Ronald yang Kini Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran Rupiah : Okezone Economy

    January 13, 2026

    Polda Tak Tahan Kepala BPN Bali Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan

    January 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.