Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah, namun dengan penurunan yang sangat tipis (0,00 persen) di level 8.884. Meski indeks utama terlihat “jalan di tempat”, perputaran uang di pasar cukup deras mencapai Rp19,3 triliun dengan lebih dari 39 miliar lembar saham berpindah tangan.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat, yaitu 359 saham, sebenarnya lebih banyak dibandingkan yang melemah, yaitu 313 saham.
Sektor industri menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan tajam 2,53 persen, disusul oleh sektor bahan baku. Sebaliknya, sektor energi dan barang sekunder (konsumsi) justru menjadi pemberat yang menahan laju indeks siang ini.
Berbeda dengan IHSG yang stagnan, deretan saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 justru tampil meyakinkan dengan kenaikan 0,83 persen. Indeks LQ45 adalah sekumpulan saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia yang memiliki likuiditas tinggi.
Hal serupa juga terjadi pada indeks saham syariah (JII) dan indeks IDX30 yang semuanya kompak berakhir di zona hijau pada siang ini.
Di sisi lain, mata uang Rupiah siang ini terpantau sedikit melemah 0,10 persen ke level Rp16.871 per Dolar AS.
Sementara itu, beberapa saham mencatatkan penurunan cukup dalam, di antaranya VICI yang merosot hampir 15 persen dan NINE yang turun sekitar 9,8 persen.
Cipta Sarana Medika (DKHH) turun 9,48 persen, Folago Global Nusantara (IRSX) turun 8,55 persen, dan Rukun Raharja (RAJA) turun 7,69 persen.
Investor tampaknya masih bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan ekonomi domestik di paruh kedua hari ini.

