Patrick Kluivert dikabarkan gagal latih Timnas Tunisia. (Foto: PSSI)
NASIB kurang beruntung tampaknya masih betah membayangi karier kepelatihan Patrick Kluivert. Setelah didepak dari kursi pelatih Timnas Indonesia, legenda sepak bola Belanda ini harus menelan pil pahit dalam upayanya mencari pelabuhan baru.
Harapannya untuk memimpin Timnas Tunisia di ajang Piala Dunia 2026 dipastikan kandas, meninggalkan noda yang kian dalam pada rekam jejaknya sebagai juru taktik.
1. Tembok Besar di Tunisia
Nama Kluivert sebenarnya sempat santer dikabarkan masuk dalam daftar pendek Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) untuk menggantikan Sami Trabelsi yang dipecat pasca-kegagalan di Piala Afrika 2025. Namun, pintu tersebut kini telah tertutup rapat.
Anggota Komite Eksekutif FTF, Khemis Hamzaoui, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya lebih memilih memberdayakan pelatih dari negeri sendiri.
“Komite teknis akan mengusulkan beberapa pelatih lokal terbaik, lalu Komite Eksekutif federasi akan memilih satu di antaranya untuk memimpin Timnas Tunisia pada fase berikutnya,” tegas Hamzaoui, mengutip dari Mosaiquefm, Selasa (13/1/2026).
Di luar masalah teknis, internal sepak bola Tunisia sendiri tengah dihantam prahara besar. Mantan pemain nasional Tunisia, Walid Al-Hichri, mengungkapkan adanya skandal hilangnya dana anggaran federasi dalam jumlah fantastis.
Sekira 20 miliar mata uang setempat dikabarkan raib tanpa penjelasan resmi, sebuah kasus sensitif yang kabarnya telah sampai ke meja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Tunisia dan menghambat proses penunjukan pelatih asing berbiaya mahal.

