Berita F1: CEO McLaren, Zak Brown, menegaskan bahwa timnya telah mengambil banyak pelajaran penting dari musim 2025, sebuah musim yang penuh tekanan dan persaingan ketat hingga balapan terakhir. Menurut Brown, pengalaman tersebut membuat mereka kini berada dalam posisi yang lebih siap menyambut musim Formula 1 berikutnya.
Dalam refleksinya kepada penggemar, Brown mengakui bahwa dunia motorsport tidak pernah lepas dari situasi tak terduga. Namun ia menekankan bahwa kunci kesuksesan sebuah tim terletak pada cara merespons kesalahan dan tekanan.
“Kami sudah cukup lama berada di olahraga ini untuk memahami bahwa hal tidak selalu berjalan sempurna, itu bagian dari balapan,” ujar Brown. “Yang terpenting adalah bagaimana kami menyikapi situasi sulit tersebut untuk terus bergerak maju.”
McLaren menutup musim 2025 dengan prestasi besar, meraih gelar juara dunia pebalap dan konstruktor untuk kesembilan kalinya dalam sejarah tim. Lando Norris memastikan gelar juara dunia pebalap pertamanya setelah unggul tipis dua poin dari Max Verstappen, sementara Oscar Piastri finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Brown tak ragu mengakui bahwa tim asal Woking juga melakukan sejumlah kesalahan sepanjang musim, terutama di tengah persaingan ketat menjelang perubahan regulasi besar.
“Ada momen menantang dan kami tidak luput dari kesalahan, tetapi semuanya kami tangani dengan cepat dan terbuka. Dari situlah kami belajar dan berkembang sebagai tim,” katanya.
Ia menambahkan bahwa budaya bertanggung jawab menjadi fondasi penting McLaren. Setiap keputusan dievaluasi secara langsung agar seluruh tim tetap sejalan dan lebih kuat menghadapi tekanan.
Sorotan juga sempat mengarah pada penerapan papaya rules yang mengatur persaingan internal antara Norris dan Piastri. Beberapa keputusan strategi memicu perdebatan, namun Brown menegaskan bahwa tujuan utama tim tercapai.
“Kami berhasil memberi kesempatan yang adil bagi kedua pebalap untuk bersaing memperebutkan gelar hingga balapan terakhir,” ujarnya.
Menurut Brown, fakta bahwa gelar juara baru ditentukan di lap akhir musim mencerminkan filosofi balap McLaren.
“Oscar dan Lando saling mendorong ke level tertinggi, mereka kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas,” katanya.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Brown yakin McLaren kini lebih siap menghadapi tantangan musim baru dan perubahan regulasi yang akan datang.
Artikel Tag: McLaren, lando norris, Oscar Piastri, F1 2026, zak brown
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/mclaren-petik-pelajaran-berharga-dari-kesuksesan-f1-2025

