Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Emanuel Steward Pilih 3 Petinju Kelas Berat Terbaik Sepanjang Masa

    January 14, 2026

    Purbaya Sambangi Kejagung Bahas Potensi PNBP

    January 14, 2026

    Hasil Drawing Piala AFF 2026 Tempatkan Timnas Indonesia Racikan John Herdman di Grup Neraka? : Okezone Bola

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Aktivis Greenpeace & Kreator Konten Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

    Aktivis Greenpeace & Kreator Konten Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 14, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, dan kreator konten, Yansen alias Piteng, melaporkan soal aksi dugaan teror ke Bareskrim Polri, Rabu (14/1).

    Laporan Iqbal diterima dan teregister dengan nomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Sementara laporan Yansen terdaftar dengan nomor LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

    Alif Fauzi, perwakilan dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengatakan laporan ini dilayangkan setelah Iqbal dan Yansen mengalamo serentetan aksi teror. Kata dia, aksi teros ini diduga berkaitan dengan aktivitas keduanya di media sosial.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Yang mana ini sangat erat kaitannya dengan kegiatan aktivisme mereka di ruang digital, yaitu dengan menyuarakan soal bencana banjir Sumatra yang berjadi di akhir tahun lalu,” kata Alif kepada wartawan, Rabu.





    Yansen menerangkan teror dialaminya terjadi sejak 20 Desember 2025. Saat itu ia diminta menghapus konten-konten yang membahas bencana di Sumatra.

    Padahal, menurutnya, konten yang ia buat berisi kritik terhadap lambannya penanganan dan upaya membela warga yang kala itu dituding melakukan penjarahan demi bertahan hidup.

    “Konten-konten yang saya ajukan itu adalah satu, saya tidak hanya menyerang pemerintah tentunya ya. Saya bukan hanya cuma menyerang itu, tapi saya mengkritisi mengapa penanganan di Sumatra itu terkesan ditutup-tutupi dan mengapa penanganannya lambat. Itu yang saya kritisi, saya bukan menyerang, menghina, atau seperti apa,” tutur dia.

    Setelah menolak menghapus konten, dugaan teror yang diterimanya pun meningkat. kartu chip ponsel (SIM card) milik ibunya dan adiknya diduga dibajak sehingga tak bisa dipakai berkomunikasi.

    Bahkan, katanya, nomor itu kemudian dipakai pelaku untuk menelepon dan mengancam Yansen.

    Data pribadi keluarganya pun turut disebar, termasuk alamat dan foto ibunya yang diedit seolah pelaku kriminal.

    “Dan dia mengancam saya, ‘karena lo nggak mau hapus, gue sebarin’. Dan itu disebarin sama dia di grup-grup sekolah, grup-grup segala macam,” ucap Yansen.

    Serupa Yansen,  Iqbal juga mengaku mulai mengalami serentetan aksi teror sejak 20 Desember 2025.

    Dia menerangkan teror diawali dengan ribuan komen di media sosialnya dan berlanjut hingga berbagai direct message akun ke akunnya.

    “Lalu kemudian ini berlanjut, saya dikirimin bangkai ayam–yang pada saat saya temukan tidak ada lagi kepalanya. Kemudian ada plastik yang berisi pesan bahwa saya harus menjaga ucapan saya, kalau seandainya saya ingin menjaga keluarga saya, dan ada pesan ‘mulutmu, harimaumu’ di situ,” ucap Iqbal.

    “Jadi memang pesan ini secara jelas diberikan kepada saya untuk berhenti melakukan kritik-kritik, terutama untuk kebencanaan Sumatra dan lingkungan hidup di Indonesia,” sambungnya.

    Pada kesempatan itu, Koordinator Advokasi LBH Pers, Gema Gita Persada menyebut teror terhadap Yansen dan Iqbal diduga kuat dipicu motif politis. Sebab, keduanya dikenal aktif menyuarakan kritik terhadap pengelolaan negara, khususnya terkait isu-isu di Sumatera.

    “Kami makanya mendorong kepada kepolisian untuk melihat ini sebagai suatu tindak pidana teror seperti itu. Jadi bukan hanya bentuk ancaman biasa, bukan bentuk intimidasi biasa, tapi sudah pada dugaan tindak pidana teror yang menyebabkan ketakutan secara meluas,” kata dia.

    (dis/kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Viral Guru Dikeroyok Murid di Jambi, Diduga Dipicu Hinaan

    January 14, 2026

    Banjir Tangerang Meluas, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat

    January 14, 2026

    Jepang Studi Banding Program Makan Bergizi Gratis untuk 60 Juta Anak

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Emanuel Steward Pilih 3 Petinju Kelas Berat Terbaik Sepanjang Masa

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Tinju dunia kembali mengingat sosok pelatih legendaris Emanuel Steward yang pernah menyusun daftar…

    Purbaya Sambangi Kejagung Bahas Potensi PNBP

    January 14, 2026

    Hasil Drawing Piala AFF 2026 Tempatkan Timnas Indonesia Racikan John Herdman di Grup Neraka? : Okezone Bola

    January 14, 2026

    Viral Guru Dikeroyok Murid di Jambi, Diduga Dipicu Hinaan

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Emanuel Steward Pilih 3 Petinju Kelas Berat Terbaik Sepanjang Masa

    January 14, 2026

    Purbaya Sambangi Kejagung Bahas Potensi PNBP

    January 14, 2026

    Hasil Drawing Piala AFF 2026 Tempatkan Timnas Indonesia Racikan John Herdman di Grup Neraka? : Okezone Bola

    January 14, 2026

    Viral Guru Dikeroyok Murid di Jambi, Diduga Dipicu Hinaan

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.