Tunggal putri asal Korea Selatan, An Se Young. (Foto: Instagram/a_sy_2225)
KUALA LUMPUR – Panggung Axiata Arena kembali menjadi saksi bisu keperkasaan tunggal putri nomor satu dunia, An Se Young. Pemain asal Korea Selatan ini membuktikan bahwa statusnya sebagai pemain yang mustahil dikalahkan bukanlah isapan jempol belaka usai menjuarai Malaysia Open 2026.
Dalam laga final Malaysia Open 2026, An Se Young berhasil menumbangkan rival terdekatnya dari China, Wang Zhi Yi, melalui kemenangan dua gim langsung, 21-15 dan 24-22.
1. Kebangkitan Luar Biasa di Ambang Kekalahan
Kemenangan ini bukan sekadar soal teknik, melainkan demonstrasi kekuatan mental yang luar biasa. Setelah mengamankan gim pertama, An Se Young seolah berada di ujung tanduk pada gim kedua. Ia sempat tertinggal jauh 9-17, bahkan tertinggal 13-19 yang secara matematis sulit untuk dikejar.
Namun, di sinilah sang peraih emas Olimpiade menunjukkan kelasnya. Dengan ketenangan yang nyaris tidak manusiawi, ia merebut poin demi poin hingga membalikkan keadaan.
“Saya tidak menyerah. Saya selalu percaya pada diri sendiri dan langsung melakukannya,” ujar An Se Young, dikutip dari media media Malaysia, The Straits Times, Rabu (14/1/2026).
Ketangguhan ini mengantarkannya meraih gelar Malaysia Open ketiga secara berturut-turut sekaligus trofi perdana di tahun ini.

