Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi Ekspor LPEI : Okezone News

    January 14, 2026

    Sempat Tertinggal 24 Poin, Dewa United Banten Comeback Kalahkan Hangtuah

    January 14, 2026

    Isu Kemaritiman Makin Hilang dalam Diplomasi Indonesia

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Viral Guru Dikeroyok Murid di Jambi, Diduga Dipicu Hinaan

    Viral Guru Dikeroyok Murid di Jambi, Diduga Dipicu Hinaan

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 14, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi akan mendalami kasus pengeroyokan guru mata pelajaran bahasa Inggris oleh sejumlah siswa di SMK 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menyebar cepat (viral) di media sosial.

    Sebelumnya, mengutip dari detikSumbagsel, peristiwa itu diduga bermula karena perkataan bernada hinaan yang menyulut amarah hingga adu jotos terjadi.

    “Kami akan mendalami kejadian ini, dan secepatnya tim bidang guru dan tenaga pendidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut,” kata pelaksana tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, Rabu (14/1) seperti dikutip dari Antara.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ia menyayangkan kejadian itu, pihaknya mengharapkan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, membagi hal-hal yang bermanfaat. Bukan sebaliknya, menjadi lokasi perdebatan yang mengakibatkan baku hantam.





    Pihaknya mengimbau agar seluruh warga sekolah dapat berlaku bijak, dan menjamin pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

    Terhadap oknum-oknum tersebut, kata Umar, akan dilakukan pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

    “Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut, ” jelasnya.

    Terpisah, Kapolsek Berbak, Ipti Hans Simangunsong mengaku pihaknya bersama forum komunitas pimpin kecamatan memfasilitasi  mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, murid, dan para orang tua murid.

    “Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang,” ungkap Kapolsek.

    “Sekarang kita sedang upayakan mediasi, melibatkan Babinsa, Polsek Berbak dan pihak komite di sekolah itu,” sambung Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah.

    Menurut dia, peristiwa yang menggemparkan media sosial itu di duga akibat kesalahpahaman saat guru tersebut memberikan arahan kepada siswa.

    Sebelumnya, viral rekaman video berdurasi 3 menit 28 detik yang memperlihatkan seorang guru terlibat adu argumen dengan muridnya.

    Situasi yang awalnya berupa cekcok mulut kemudian berubah menjadi ricuh dan diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru bersangkutan oleh beberapa siswa.

    Dalam video itu terlihat sejumlah siswa berada di sekitar lokasi kejadian. Beberapa di antaranya diduga ikut terlibat langsung, sementara siswa lain tampak menyaksikan situasi yang semakin tidak terkendali. Suasana di lingkungan sekolah terlihat gaduh dan memancing perhatian banyak pihak.

    Selain itu, beredar video lainnya setelah kejadian pengeroyokan, tampak juga guru tersebut mengejar para murid dengan senjata tajam jenis celurit.

    Pengakuan guru

    Sementara itu, oknum guru terkait yakni Agus Saputra, mengaku saat kejadian terjadi pada Selasa (13/1) lalu, dirinya sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas.

    “Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus, Rabu seperti dikutip dari detikSumbagsel.

    Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas. Dia meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.

    Salah satu siswanya pun mengaku. Menurut Agus, saat itu siswanya malah menantang dirinya. Sehingga, Agus mengakui melakukan tindakan menampar siswanya itu.

    Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.

    Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ‘miskin’ yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina.

    “Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” ungkapnya.

    Saat mediasi bersama guru-guru lain itu, Agus memberi pilihan kepada siswanya untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata dia, dia meminta siswanya berubah.

    Di sisi lain, siswa meminta Agus meminta maaf.

    Mediasi itu pun menemui jalan buntu hingga berujung peristiwa adu jotos antara Agus dan sejumlah siswa.

    “Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya,” ujarnya.

    Keributan itu pun berlanjut hingga jam belajar selesai di sore hari. Para siswa yang tidak terima mengancam Agus hingga melemparinya dengan batu.

    Agus mengaku memang sempat bereaksi mengacungkan celurit sebagaimana videonya yang beredar. Namun, kata dia, hal itu sebagai gertakan agar para peserta didiknya itu membubarkan diri.

    “Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu,” terang Agus.

    Usai kejadian itu, Agus sendiri mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahi.

    (kid/ugo)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Walkot Tangsel Bentuk Timsus Tangani Percepatan Pengelolaan Sampah

    January 14, 2026

    Pramono Targetkan Pembongkaran Tiang Monorel Selesai September 2026

    January 14, 2026

    Kejati DKI Tetapkan 4 Eks Pejabat LPEI Tersangka Kasus Korupsi

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi Ekspor LPEI : Okezone News

    Program Presiden January 14, 2026

    Kejati Jakarta tetapkan 4 tersangka baru korupsi ekspor LPEI (Foto:…

    Sempat Tertinggal 24 Poin, Dewa United Banten Comeback Kalahkan Hangtuah

    January 14, 2026

    Isu Kemaritiman Makin Hilang dalam Diplomasi Indonesia

    January 14, 2026

    Wapres Gibran Tunda Kunjungan ke Yahukimo, Situasi Tidak Aman! : Okezone News

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi Ekspor LPEI : Okezone News

    January 14, 2026

    Sempat Tertinggal 24 Poin, Dewa United Banten Comeback Kalahkan Hangtuah

    January 14, 2026

    Isu Kemaritiman Makin Hilang dalam Diplomasi Indonesia

    January 14, 2026

    Wapres Gibran Tunda Kunjungan ke Yahukimo, Situasi Tidak Aman! : Okezone News

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.