Demikian disampaikan Sekretaris BNPP Komjen Makhruzi Rahman saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak, Kalbar.
“Kabupaten Landak memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung menuju perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya melalui ruas nasional Pontianak-Ngabang-Sanggau-Entikong,” kata Makhruzi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.
Jalur tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta penggerak ekonomi kawasan perbatasan.
Menurutnya, setiap gangguan infrastruktur akibat bencana, termasuk banjir, berpotensi berdampak langsung terhadap kelancaran akses menuju PLBN Entikong. Oleh karena itu, BNPP RI tidak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga memastikan konektivitas wilayah perbatasan tetap terjaga.
Berdasarkan data yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada rentang 9-13 Januari 2026 sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Mempawah, Menyuke, Behe, dan Sungai Landak. Akibatnya, permukiman warga di sembilan kecamatan yang tersebar di 28 desa terdampak banjir.
Sementara itu, Wakil Bupati Landak, Erani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPP dalam penanganan dampak banjir di wilayahnya.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin, baik dalam penanganan bencana maupun pembangunan akses strategis kawasan perbatasan,” kata Erani.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 10 ton beras, 250 dus mi instan, dan 50 dus biskuit yang selanjutnya akan didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah kecamatan.

