Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie menjelaskan soal dinamika geopolitik global saat ini. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai dinamika geopolitik global saat ini, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Venezuela, dan negara lain, tidak sekadar berupa perang dagang, tetapi telah bergeser menjadi konflik fisik yang nyata.
Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menyoroti adanya ambisi ekspansionis dari kekuatan besar yang sulit dibendung, terutama ketika persaingan sumber daya strategis seperti mineral kritis serta minyak dan gas semakin memanas antara Barat dan Timur.
“Dua tahun yang lalu kita bicara kebanyakan tentang perang dagang dengan tarif, tapi setahun yang lalu, sekarang sudah berbicara tentang perang fisik. Jadi, apa… libido untuk ekspansionisme dari ‘tax americana’ ini nggak bisa dibendung,” ujar Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Anindya, dominasi China dalam penguasaan mineral kritis serta sektor energi (minyak dan gas) memicu kekhawatiran bagi negara adikuasa lainnya.
Ia mengingatkan adanya potensi pengambilan “jalan pintas” berupa akuisisi paksa atau intervensi demi mengamankan sumber daya tersebut, yang pada akhirnya hanya akan memperparah ketidakpastian ekonomi global.
“Ketika Kadin berbicara tentang China yang menguasai mineral kritis, China menguasai oil and gas, negara adikuasa mungkin berpikir jalan pintas, bahwa akuisisi adalah jalan yang tercepat. Tapi itu hanya menciptakan ketidakpastian,” tegasnya.

