Dalam konferensi video pada Kamis malam, 15 Januari 2026, Maduro Guerra meluncurkan gerakan bertajuk “Bring Them Back” yang ditujukan untuk menggalang dukungan global.
Dalam kampanye tersebut, ia mengajak setiap kedutaan Venezuela di dunia untuk membentuk cabang gerakan Bring Them Back.
“Kita perlu membuat cabang gerakan Bring Them Back di setiap negara. Setiap kedutaan perlu menyelenggarakan kegiatan, jadi kita akan memiliki seorang akuntan untuk setiap kedutaan,” tegasnya.
Maduro Guerra juga mengusulkan adanya penghitung waktu penculikan yang dipasang di setiap kedutaan dan konsulat.
“Kita akan mengambil pukul 2 pagi tanggal 3 Januari sebagai referensi. Sehingga semua orang tahu berapa hari, berapa jam Nicolás Maduro dan Celia Flores telah diculik,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan hukum internasional. Maduro Guerra mengumumkan rencana pretemuan para ahli hukum yang akan digelar di Venezuela besok Jumat, 16 Januari 2026.
“Besok di Venezuela, kita akan mengadakan pertemuan para ahli hukum nasional. Dan mungkin pada tanggal 3 Februari, kita dapat menyelenggarakan pertemuan ahli hukum dunia di Caracas untuk membahas hukum internasional yang telah dilanggar,” ungkapnya.

