Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Koln Kalah 3-1, Lukas Kwasniok Akui Bayern Masih Terlalu Kuat

    January 15, 2026

    Beda Sikap PDIP Saat Dikalahkan SBY dan Prabowo

    January 15, 2026

    Realisasi KPR Subsidi FLPP Tembus 278 Ribu Unit di 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial : Okezone Economy

    January 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

    Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 15, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pada November 2025, total utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar 423,8 miliar Dolar AS. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Oktober 2025) yang mencapai 424,9 miliar Dolar AS, artinya ada penurunan sekitar 1,1 miliar Dolar AS.


    Secara tahunan, pertumbuhannya pun ikut mengerem. Jika pada Oktober peningkatannya masih di angka 0,5 persen, kini di November hanya tumbuh tipis 0,2 persen. Penurunan ini terjadi baik di kantong pemerintah maupun sektor swasta.

    Pemerintah tampak lebih efisien dalam mengelola pinjaman. Posisi utang pemerintah turun menjadi 209,8 miliar Dolar AS. Menariknya, hampir seluruh utang pemerintah (99,99 persen) adalah utang jangka panjang. Ini adalah strategi cerdas agar keuangan negara tidak terbebani tagihan mendadak dalam waktu dekat.



    Lalu, dipakai untuk apa saja uang tersebut? Pemerintah memastikan setiap Dolar yang dipinjam kembali ke rakyat dalam bentuk program prioritas, di antaranya:

    Sektor Kesehatan dan Sosial (22,2 persen): untuk rumah sakit dan bantuan masyarakat.
    Sektor Pertahanan dan Keamanan (19,7 persen): untuk menjaga kedaulatan negara.
    Sektor Pendidikan (16,4 persen): untuk mencetak generasi unggul.
    Sektor Infrastruktur (11,7 persen: pembangunan konstruksi jalan dan fasilitas umum.
    Sektor Transportasi (8,6 persen): untuk memperlancar mobilitas warga.

    Bukan hanya pemerintah, sektor swasta pun melakukan hal serupa. Utang swasta turun menjadi 191,2 miliar Dolar AS.

    Mayoritas utang ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan di bidang industri pengolahan, jasa keuangan, listrik, gas, serta pertambangan. Keempat sektor ini menjadi tulang punggung yang menyumbang 80,5% dari total utang swasta.

    Ada dua indikator utama yang membuat ekonomi kita tetap kokoh:

    1. Rasio Terhadap PDB: Beban utang kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,3 persen. Artinya, kemampuan ekonomi nasional untuk menanggung utang tersebut semakin kuat.
    2. Dominasi Jangka Panjang:Sekitar 86,1 persen dari total utang Indonesia adalah tenor jangka panjang. Kita tidak sedang “dikejar-kejar penagih” dalam waktu singkat.

    Bank Indonesia dan Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi. Tujuannya agar utang luar negeri tidak boleh menjadi beban, melainkan harus jadi “bensin” untuk memutar roda pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengguncang stabilitas negara.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Beda Sikap PDIP Saat Dikalahkan SBY dan Prabowo

    January 15, 2026

    KPU Pastikan Tindak Lanjuti Putusan KI Terkait Transparansi Ijazah Jokowi

    January 15, 2026

    Viral Detik-detik Guru Dikeroyok Murid di Jambi

    January 15, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Koln Kalah 3-1, Lukas Kwasniok Akui Bayern Masih Terlalu Kuat

    Berita Olahraga January 15, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Jerman: Manajer FC Koln, Lukas Kwasniok, mengakui bahwa ia bisa menerima kekalahan…

    Beda Sikap PDIP Saat Dikalahkan SBY dan Prabowo

    January 15, 2026

    Realisasi KPR Subsidi FLPP Tembus 278 Ribu Unit di 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial : Okezone Economy

    January 15, 2026

    Pearly/Thinaah Tampil Dominan di Babak Pertama India Open 2026

    January 15, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Koln Kalah 3-1, Lukas Kwasniok Akui Bayern Masih Terlalu Kuat

    January 15, 2026

    Beda Sikap PDIP Saat Dikalahkan SBY dan Prabowo

    January 15, 2026

    Realisasi KPR Subsidi FLPP Tembus 278 Ribu Unit di 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial : Okezone Economy

    January 15, 2026

    Pearly/Thinaah Tampil Dominan di Babak Pertama India Open 2026

    January 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.