Buruh (Foto: Okezone)
JAKARTA – Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 menembus angka Rp1.931 triliun. Meski menjadi capaian positif bagi perekonomian nasional, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) menilai lonjakan investasi tersebut belum berbanding lurus dengan hak-hak para pekerja.
Ketua Aspirasi, Mirah Sumirat, mengungkap peningkatan investasi memang memberikan sinyal baik, terutama dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Namun, besarnya nilai investasi tersebut belum berdampak pada perlindungan dan kesejahteraan buruh.
“Angka besar investasi belum otomatis berbanding lurus dengan jaminan keamanan dan kesejahteraan pekerja,” kata Mirah saat dihubungi MNC Portal Indonesia pada Jumat (16/1/2026).
Dia menyoroti masih maraknya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor, meskipun investasi terus meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan belum berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja.
“Faktanya, di saat investasi terus meningkat, bayang-bayang PHK massal masih menghantui buruh di berbagai sektor. Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum sepenuhnya berkualitas dan berorientasi pada penciptaan serta perlindungan lapangan kerja,” lanjutnya.

