Rupiah Melemah (Foto: Okezone)
JAKARTA – Mata uang rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot merosot 0,18 persen secara harian ke posisi Rp16.896 per dolar AS. Dalam kurun waktu sepekan, mata uang Garuda telah melemah sebesar 0,58 persen dibandingkan posisi Kamis (8/1) yang masih berada di level Rp16.798 per dolar AS.
Kondisi serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), di mana rupiah terkoreksi 0,05 persen secara harian ke Rp16.880 per dolar AS, atau melemah 0,47 persen dalam sepekan terakhir.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Pernyataan Donald Trump terkait jaminan keamanan bagi demonstran di Iran telah meredakan kekhawatiran pasar akan adanya respons militer segera dari Washington.
Selain itu, Ibrahim menyoroti sinyal positif dari hubungan AS dan Venezuela yang turut mempengaruhi dinamika pasar valuta asing.
“AS mengisyaratkan pembicaraan positif dengan Venezuela, setelah Presiden AS mengatakan ia berbicara pada hari Kamis sebelumnya dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan panggilan tersebut sebagai sangat positif,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

