Nur Khabibi
, Jurnalis-Sabtu, 17 Januari 2026 |23:11 WIB
Basarnas Duga Pesawat ATR Jatuh di Kawasan Pegunungan Bantimurung Maros
JAKARTA – Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar menduga pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak jatuh di sekitaran Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dugaan tersebut berasal dari titik koordinat terakhir yang disampaikan Air Traffic Controller (ATC).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, M Arif menduga, pesawat jatuh di kawasan pegunungan. Itu karena wilayah Bantimurung dipenuhi pegunungan.
“Diduga ya kemungkinan besar di atas, karena kita tahu semua, kan daerah Bantimurung itu kan daerah-daerah pegunungan, yang pegunungan Karst gitu,” kata Arif kepada wartawan.
Sejalan dengan itu, Helikopter Caracal telah dikerahkan untuk operasi pencarian. Menurutnya, helikopter jenis tersebut mempunyai keunggulan bisa langsung melakukan evakuasi.
“Pada saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit Helikopter Caracal yang bisa observasi melalui udara,” ujarnya.
“Apabila sudah ditemukan mungkin dari Caracal itu juga bisa langsung evakuasi melalui udara karena Caracal itu mempunyai hoist yang bisa mengangkat korban dari bawah ke atas,” sambungnya.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2025) siang. Disebutkan, pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.

