Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terus berlatih keras jelang Indonesia Masters 2026 Super 500 (Foto: Okezone/Andri Bagus Syaeful)
JAKARTA – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terus berlatih keras jelang Indonesia Masters 2026 Super 500. Salah satunya, mereka berusaha menambah kekuatan pukulan smash.
Duet Fajar/Fikri memang tak biasa karena keduanya sama-sama pemain depan. Alhasil, serangan-serangan yang dilancarkan tak jarang sulit menembus pertahanan lawan.
1. Celah

Meski begitu, Fajar/Fikri berhasil menunjukkan performa apik dengan tampil konsisten dalam 10 turnamen terakhir. Meski begitu, masih ada celah yang kerap menjadi incaran lawan dan itu disadari oleh mereka.
“Pasti kami juga tahu hal-hal seperti itu, tetapi kan yang namanya proses itu tidak langsung instan ya. Kami juga menyadari kami berdua banyak kelemahannya lah, kekurangannya,” kata Fajar saat ditemui di Pelatnas PBSI, Jakarta, dikutip Sabtu (17/1/2026).
“Maka dari itu juga kami terus berlatih dengan keras, berlatih bagaimana menyiapkan kekurangan itu biar bisa menutupinya,” imbuh pria asal Bandung itu.
“Ya dari saya pribadi memang banyak dari kami berdua banyak sekali kekurangan dan kelemahannya. Maka dari itu ya kami selalu latihan tiap hari, mau saat tidak pertandingan dan saat pertandingan pun kami selalu mengisi kekurangan,” timpal Fikri.
Fajar/Fikri mengungkapkan secara rotasi permainan mereka sering bergantian untuk mengatur posisi depan dan belakang. Bahkan Fajar mengakui kini lebih banyak bermain di posisi belakang ketimbang saat berpasangan dengan partner sebelumnya, Muhammad Rian Ardianto.
“Yang dulunya mungkin saya di depan 70%, bahkan sampai 80% karena Rian dominan di belakang, tapi sekarang ya bisa 50-50, kadang-kadang 60-40, tergantung lawan juga,” jelas Fajar.
“Ya tergantung ya, tergantung lihat lawan juga. Kadang-kadang kalau lawan cocoknya dengan pola Fikri di depan, kadang-kadang Fikri banyak depan. Kadang-kadang juga lawan yang enggak enak saya di depan, kadang-kadang saya banyak ke depan seperti itu,” lanjut pria berusia 30 tahun itu.

