Ancaman itu disampaikan Trump di Kantor Kepresidenan AS, Gedung Putih, Washington DC, Jumat 16 Januari 2026. Menurutnya, Greenland sangat krusial untuk kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan kami tentang Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi, saya mungkin akan melakukan itu,” kata Trump, dikutip CNN pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Trump secara terbuka mengaitkan isu Greenland dengan ancaman tarif dagang. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang berpotensi terdampak kebijakan tersebut.
Sikap itu juga sebelumnya ditujukan Washington kepada negara-negara mitra dagang Iran. Trump sempat menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap seluruh produk impor dari negara-negara yang masih berbisnis dengan Teheran.
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” kata Trump.
Trump belakangan ini semakin terang-terangan menunjukkan ambisinya untuk mengambil alih pulau yang merupakan wilayah otonom Denmark tersebut. Greenland diketahui memiliki cadangan mineral melimpah dan posisi strategis di kawasan Arktik.
Dalam pernyataannya, Trump berdalih penguasaan Greenland penting untuk mencegah Rusia dan China lebih dulu memperluas pengaruhnya di kawasan itu.

