Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tahan Arsenal Tanpa Gol, Sean Dyche Puji Kerja Keras Forest

    January 18, 2026

    BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    January 18, 2026

    Banjir di Pegangsaan Dua Kian Tinggi, Warga Dievakuasi Petugas : Okezone News

    January 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Banjir Menyebar di Jateng 16-18 Januari: Batang, Pati, hingga Magelang

    Banjir Menyebar di Jateng 16-18 Januari: Batang, Pati, hingga Magelang

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 18, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 17-18 Januari 2026 yang didominasi oleh kejadian banjir dan cuaca ekstrem, melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.

    Selain tiga wilayah yang menjadi atensi BNPB, yakni Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus, banjir juga melanda Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Di Kabupaten Batang, banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang pada Jumat (16/1). Banjir dengan ketinggian air antara 30-120 cm tersebut berdampak pada 15.184 jiwa. Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang.

    BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan oleh tim kaji cepat. Hingga Sabtu (17/1), banjir dilaporkan belum surut.





    Selanjutnya, dari Kabupaten Pemalang, banjir terjadi sejak Jumat (16/1). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Comal meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan.

    Tinggi muka air tercatat antara 40-150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

    Untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan makan warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.

    Pada Sabtu (17/1), banjir di Kecamatan Randudongkal terpantau telah surut. Sementara itu, genangan air di Kecamatan Ulujami dan Petarukan masih bertahan.

    Sementara di Kabupaten Pekalongan, hujan lebat pada Sabtu (17/1) dini hari serta limpasan air Sungai Bremi disebut menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan.

    Ketinggian genangan air terpantau antara 20-100 cm. BPBD Kabupaten Pekalongan sudah melakukan evakuasi warga terdampak dan mengaktifkan posko kebencanaan. Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian.

    Banjir di Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengganggu layanan transportasi kereta api.

    Berdasarkan pantauan tim lapangan unsur BPBD, jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan-Sragi turut terendam banjir. Sebagai langkah pengamanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan penutupan jalur demi keselamatan perjalanan kereta api. Tercatat ada empat pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut.

    Beralih ke wilayah Jawa Tengah bagian selatan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, pada Jumat (16/1).

    Sebanyak 34 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat kejadian tersebut. Selain itu, tiga unit bangunan usaha juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

    BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pada Sabtu (17/1), tim BPBD bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk memperbaiki kerusakan rumah warga.

    Pada waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (16/1).

    Peristiwa tersebut mengakibatkan 165 unit rumah mengalami rusak ringan, empat unit rumah rusak sedang, serta satu unit fasilitas ibadah rusak ringan.

    BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini.

    Dari provinsi lain, laporan kejadian bencana juga diterima dari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang mengalami longsor, serta Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, dengan kejadian pergerakan tanah.

    Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan pergerakan tanah di area permukiman warga Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/1). Selain di Kecamatan Rumpin, kejadian longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenjolaya.

    Akibat peristiwa tersebut, tiga unit rumah mengalami rusak sedang dan sebanyak 15 jiwa terdampak.

    BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen di lapangan dan melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

    BNPB juga mencatat laporan kejadian pergerakan tanah dari Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pada Sabtu (17/1), terjadi gerakan tanah yang menyebabkan kerusakan pada rumah warga di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

    Kejadian ini berdampak pada 16 kepala keluarga atau sebanyak 64 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

    Pergerakan tanah tersebut mengakibatkan 15 unit rumah mengalami rusak berat dan satu unit rumah rusak ringan.

    Longsor susulan terjadi di Dusun Laok Gunung yang masih berada di wilayah Desa Sana Daja. Akses jalan desa tertutup total sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pemulihan akses.

    BPBD Kabupaten Pamekasan telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat kebutuhan mendesak warga berupa distribusi permakanan.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan, serta kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” ucap Abdul Muhari melalui keterangan persnya, Minggu (18/1).

    (ryn/wis)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    January 18, 2026

    Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Bakal Ada Ritual Adat

    January 18, 2026

    Heri Sudarmanto Beli Toyota Innova Zenix Pakai Duit Hasil Meras

    January 18, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tahan Arsenal Tanpa Gol, Sean Dyche Puji Kerja Keras Forest

    Berita Olahraga January 18, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Inggris: Manajer Nottingham Forest, Sean Dyche, memuji penampilan apik para pemainnya setelah…

    BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    January 18, 2026

    Banjir di Pegangsaan Dua Kian Tinggi, Warga Dievakuasi Petugas : Okezone News

    January 18, 2026

    Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Bakal Ada Ritual Adat

    January 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tahan Arsenal Tanpa Gol, Sean Dyche Puji Kerja Keras Forest

    January 18, 2026

    BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    January 18, 2026

    Banjir di Pegangsaan Dua Kian Tinggi, Warga Dievakuasi Petugas : Okezone News

    January 18, 2026

    Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Bakal Ada Ritual Adat

    January 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.