Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Pesawat tujuan penerbangan Yogyakarta-Makassar diduga terjatuh di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim SAR gabungan saat ini tengah dikerahkan ke lokasi sekitar Leang-leang, Kabupaten Maros yang menjadi titik hilang kontak pesawat.
Berikut fakta-fakta terkining pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros
Warga dengar ledakan
Warga di sekitar lokasi di Leang-leang mengaku sempat mendengar suara serupa ledakan di sekitar lokasi hilang kontaknya pesawat.
“Iya, sempat ada suara ledakan di daerah Gunung Lapiau, Leang-Leang,” kata salah satu warga Maros, Daeng Bahar kepada wartawan, Sabtu sore.
Warga juga mengaku sempat melihat kepulan asap dari arah pegunungan setelah suara ledakan itu. Asap itu diduga berasal dari pesawat ATR 42-500.
“Ada juga tadi kepulan asap,” kata warga lainnya, Iswan.
Bawa 10 orang
Basarnas Makassar menyebut Pesawat ATR 42-500 membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
Jumlah itu diralat dari sebelumnya sebanyak 11 orang terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga penumpang yang ikut terbang dalam Pesawat udara jenis ATR 42-500 merupakan pegawai kementeriannya.
Sakti mengungkap ketiga pegawai KKP yang jadi penumpang pesawat itu yakni Deden, Ferry, dan Yoga. Ketiganya sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.
“Saudara Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatannya adalah Analis Kapal Pengawas. Saudara Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatannya Pengelola Barang Milik Negara. Saudara Yoga Nauval jabatannya Operator Foto Udara,” kata Sakti dalam konferensi pers, Sabtu (17/1) malam.
Data manifes penumpang dan kru pesawat yakni Capt Andy Dahanant, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita S. Kemudian Deden, Ferry, dan Yoga.
Serpihan pesawat ditemukan di Gunung Bulusaraung
Benda diduga serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep oleh seorang pendaki bernama Reski.
Komandan Kodim 1421/Pangkep, Letkol Inf Parlindungan Yuandika mengatakan saksi juga menemukan beberapa benda yang diduga berasal dari pesawat, seperti pelat logam dan lambang Garuda.
“Menurut seorang pendaki yang berada di puncak Gunung Bulusaraung, mengaku melihat pesawat melintas dengan ketinggian rendah sekitar pukul 13.00 WITA. Tidak lama setelah itu, saksi mendengar suara ledakan,” katanya saat memberikan keterangan resminya, Sabtu (17/1).
“Temuan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim gabungan dari Polres Pangkep dan unsur terkait lainnya,” sambungnya.
Parlindungan menerangkan bahwa warga sekitar Gunung Bulusaraung melaporkan penemuan sejumlah dokumen yang diduga berasal dari pesawat, termasuk manifest penerbangan, dan dokumen operasional pesawat Indonesia Air Transport. Namun, seluruh temuan tersebut masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut.
Pencarian terkendala cuaca buruk
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian keberadaan pesawat ATR tersebut. Namun operasi pencarian terkendala kabut dan hujan.
“Iya kendala yang kami saat ini kabut dan hujan, meski telah menerbangkan drone,” kata Andi dalam keterangannya, Sabtu malam.
Sementara ini, kata Andi Sultan, tim SAR gabungan telah berada di lokasi pencarian dengan membagi tiga tim yang dibantu dari warga setempat.
“Ada tadi titik-titik yang kita curigai dengan informasi dari masyarakat. Kami belum bisa memastikan itu apakah hanya kabut atau seperti apa, tetapi tetap masih akan kami,” ungkapnya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, instansi kehutanan, hingga masyarakat setempat. Tim SAR juga telah dibagi ke dalam beberapa regu untuk menyisir sejumlah titik yang dicurigai.
“Medan dari sampai ke sini sekitar 2 jam atau 3 jam dari titik sini harus melakukan perjalanan,” katanya.
(fby/bac)
[Gambas:Video CNN]

