Brigjen Andre Clift sebelumnya menyebut kotak berukuran sekitar 20×30 cm adalah black box pesawat yang ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB.
“Setelah dicek kembali itu bukan black box, hanya warnanya sama,” kata Brigjen Andre Clift, Minggu malam, 18 Januari 2026.
Ia memastikan, kotak oranye yang ditemukan tersebut adalah Emergency Locator Transmitter (ELT) atau pendeteksi radar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan menambahkan, black box biasanya diletakkan di bagian belakang badan pesawat. Namun kotak oranye yang ditemukan berbeda letak.
“Itu memang terpasang di kepala pesawat, kalau black box itu biasanya di belakang. Tadi kami konfirmasi yang menemukan bahwa dia menemukan di (bagian) depan,” tambah Andi Sultan dalam konferensi yang sama.
Atas temuan tersebut, Brigjen Andre Clift meluruskan informasi yang ia sampaikan dalam sesi tanya jawab dengan awak media sebelumnya.
“Jadi apa yang tadi dikonfirmasikan saya, saya ralat. Berdasarkan penelitian lebih mendalam, itu bukan black box. Terima kasih,” tutupnya.

