Rektor UNSIA, Jang Youn Cho dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa lulusan UNSIA adalah pionir di era Artificial General Intelligence (AGI).
“Anda tidak perlu bersaing dengan silikon; kembangkanlah apa yang bersifat biologis dan berjiwa,” kata Jang Youn Cho.
Ia juga mengumumkan pencapaian luar biasa UNSIA sebagai hub World University Ranking for Innovation (WURI) di Indonesia serta rencana menjadi Google Reference University pertama dan pionir penggunaan AI untuk pendidikan di Tanah Air.
Momentum wisuda ini menjadi sangat bersejarah dengan pengenalan program unggulan “Transmigrasi Patriot 2026”. Program ini merupakan gerakan nasional yang mengintegrasikan Tim Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot (S2) guna membentuk kawasan transmigrasi yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis riset aplikatif.
‘’Di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 1.000 awardee beasiswa magister akan menempuh pendidikan selama 18 bulan, termasuk melakukan penelitian tesis dan pengabdian langsung di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia,’’ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi, Edy Gunawan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan. Menurutnya, lulusan kampus siber harus memiliki ‘DNA Digital’ yang menjadi keunggulan kompetitif mutlak.
“Di tengah disrupsi AI, ijazah saja tidak cukup. Saudara harus menjadi praktisi solutif yang mengombinasikan keahlian informatika, komunikasi, atau manajemen untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” kata Henri.

