Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rosan Ungkap Misi Indonesia di WEF 2026 Davos : Okezone Economy

    January 18, 2026

    Saat Banjir Jadi Bagian dari Rutinitas Hidup Warga Jakarta

    January 18, 2026

    Cedera Tino Livramento Parah, Bek Newcastle Absen Hingga Maret

    January 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Pilkada Mahal Bukan karena Sistem tapi Pelanggaran Hukum Kandidat

    Pilkada Mahal Bukan karena Sistem tapi Pelanggaran Hukum Kandidat

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 18, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, membeberkan sejumlah praktik pelanggaran hukum dan tindakan kriminal yang kerap terjadi di Pilkada.


    “Yang membuat pemilu-kada mahal adalah pelanggaran hukum atau tindakan kriminal oleh calon dengan membeli suara pemilih, partai, dan wewenang penyelenggara (KPU/KPUD),” ujar Saiful lewat akun x miliknya, Minggu, 18 Januari 2026.

    Ia menjelaskan, praktik-praktik tersebut telah menggeser pemilu dan Pilkada dari ranah kepentingan publik menjadi kepentingan privat segelintir pihak. Akibatnya, pemilu yang seharusnya menjadi wilayah dan barang publik justru dibajak menjadi alat transaksi politik.



    “Pemilu-kada sebagai wilayah dan barang publik dibajak menjadi wilayah dan barang private,” tegasnya.

    Saiful menambahkan, persoalan mahalnya biaya politik tidak hanya terjadi dalam Pilkada, tetapi juga menjalar ke pemilihan anggota legislatif baik DPR maupun DPRD, bahkan hingga pemilihan presiden.

    “Hal yang sama juga terjadi dalam pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden,” pungkas Saiful.

    Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik keras terhadap narasi yang kerap menyalahkan sistem pemilihan langsung sebagai penyebab mahalnya ongkos politik, tanpa menyentuh akar persoalan berupa pelanggaran hukum dan lemahnya penegakan aturan dalam setiap kontestasi elektoral.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Penjara Guatemala Dikuasai Napi, 46 Orang Disandera

    January 18, 2026

    Banjir Menyebar di Jateng 16-18 Januari: Batang, Pati, hingga Magelang

    January 18, 2026

    Rencana IPO PAM Jaya 2027 Berpotensi Menjauh dari Amanat Konstitusi

    January 18, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Rosan Ungkap Misi Indonesia di WEF 2026 Davos : Okezone Economy

    Program Presiden January 18, 2026

    Rosan Ungkap Misi Indonesia di WEF 2026 Davos (Foto: Okezone) JAKARTA -…

    Saat Banjir Jadi Bagian dari Rutinitas Hidup Warga Jakarta

    January 18, 2026

    Cedera Tino Livramento Parah, Bek Newcastle Absen Hingga Maret

    January 18, 2026

    Penjara Guatemala Dikuasai Napi, 46 Orang Disandera

    January 18, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Rosan Ungkap Misi Indonesia di WEF 2026 Davos : Okezone Economy

    January 18, 2026

    Saat Banjir Jadi Bagian dari Rutinitas Hidup Warga Jakarta

    January 18, 2026

    Cedera Tino Livramento Parah, Bek Newcastle Absen Hingga Maret

    January 18, 2026

    Penjara Guatemala Dikuasai Napi, 46 Orang Disandera

    January 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.