Pandangan itu disampaikan putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid. Menurutnya, lingkaran Presiden Prabowo Subianto harus menyampaikan realitas, termasuk kabar buruk.
Hal ini penting agar kepala negara bisa membangun sistem yang memungkinkan untuk mendengar bahkan melihat langsung kondisi rakyat.
“Seorang pemimpin harus menciptakan sebuah sistem di mana dia harus mendengarkan. Dia bisa mendengarkan semua realita yang ada di masyarakat agar jalannya benar,” kata Yenny dalam podcast Bikin Terang, Sabtu, 17 Januari 2026.
Menurut Yenny, kemampuan mendengar menjadi krusial ketika pemimpin mengendalikan negara dengan skala besar. Pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan laporan formal karena bawahan kerap takut menyampaikan hal yang tidak menyenangkan.
“Jadi yang paling penting adalah kupingnya ini harus dipasang, harus bikin sistem. Ibaratnya menaruh kabel di mana-mana. Karena nanti (mungkin) anak buahnya enggak berani ngomong,” ujarnya.
Mengacu pada pengalamannya mendampingi sang ayah sebagai Presiden ke-4, Yenny mengaku sering mengambil peran sebagai penyampai kabar buruk.
“Waktu zaman Gus Dur mengambil peran sebagai orang yang membawa kabar buruk. Saya selalu mengatakan, ‘Iya, Pak, tapi begini, Pak.’ Gitu, berat banget,” ujarnya.
Meski kerap membuat pemimpin tidak nyaman, peran tersebut justru penting karena bisa menjadi kunci keselamatan kepemimpinan.
“Penting sekali seorang pemimpin punya orang-orang di sekelilingnya yang memang betul-betul genuine, yang loyal karena dan mau menjaga keselamatan pemimpinnya,” pungkas Yenny.

