Ramdani Bur
, Jurnalis-Senin, 19 Januari 2026 |07:43 WIB
Shin Tae-yong bikin catatan buruk di Piala AFF 2024 bersama Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)
KISAH Bima Sakti dan Shin Tae-yong, pelatih terburuk Timnas Indonesia di Piala AFF akan diulas Okezone. Semenjak Piala AFF digelar pada 1996, prestasi terbaik Timnas Indonesia adalah menjadi runner-up.
Tak cuma sekali, Timnas Indonesia enam kali menjadi runner-up, tepatnya pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020. Selain finis runner-up, Timnas Indonesia empat kali tersingkir di fase grup Piala AFF, tepatnya pada 2012, 2014, 2018 dan 2024.
Dalam empat edisi itu, uniknya Timnas Indonesia selalu mengemas empat poin di fase grup. Namun, kegagalan pada 2018 dan 2024 jadi yang terburuk.
1. Statistik Timnas Indonesia saat Tersingkir di Fase Grup
Di Piala AFF 2012, Timnas Indonesia yang ditangani Nil Maizar finis ketiga Grup B dengan empat angka dan selisih gol -1. Lanjut ke Piala AFF 2014 yang dibesut Alfred Riedl, Timnas Indonesia finis ketiga Grup A dengan empat angka dan selisih gol 0.
Kemudian di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia asuhan Bima Sakti finis keempat dengan empat poin dan selisih gol -1. Di Piala AFF 2024 yang ditangani Shin Tae-yong, Timnas Indonesia finis ketiga dengan empat poin dan selisih gol -1.
Dengan catatan, Piala AFF 2012 dan 2014 hanya menggelar tiga pertandingan di fase grup. Sementara itu, Piala AFF 2018 dan 2024 melangsungkan empat pertandingan fase grup.

