Berita Sepak Bola: Final Piala Afrika berubah menjadi malam penuh penyesalan bagi Brahim Diaz. Mantan gelandang Maroko, Hassan Kachloul, menilai kegagalan penalti ala Panenka yang dilakukan bintang Real Madrid bisa menjadi momen mimpi buruk, yang akan terus menghantuinya dalam waktu lama.
Pemain sayap itu memiliki kesempatan untuk mengukir namanya dalam sejarah Maroko setelah menciptakan penalti pada menit kedelapan waktu tambahan babak kedua, dalam laga final Piala Afrika melawan Senegal.
Ini adalah kesempatan emas untuk mengakhiri penantian 50 tahun negaranya untuk mengangkat trofi Piala Afrika.
Namun Diaz, yang lima golnya berhasil membawa tuan rumah ke final, mencoba tendangan penalti ala Panenka. Tendangan itu malah menjadi bumerang karena kiper Senegal, Edouard Mendy, tetap berdiri tegak dan menangkap bola dengan cara yang sangat mudah dan memalukan.
Mantan pemain Manchester City dan pencetak gol terbanyak turnamen itu tampak sangat sedih saat menyadari apa yang telah dilakukannya. Kemudian, kamera televisi menyorotnya di bangku cadangan saat ia menahan air mata.
“Saya rasa Brahim Diaz akan mengalami banyak mimpi buruk dalam beberapa hari mendatang,” kata Hassan Kachloul dalam siaran langsung pertandingan di Channel 4.
Mantan penyerang Nigeria, Daniel Amokachi, menambahkan: “Brahim Diaz menyia-nyiakan semua momen gemilangnya setelah mencetak lima gol di turnamen ini.”
Mantan gelandang Nigeria, Jon Obi Mikel, mengatakan: “Dia akan sangat terpukul. Ini akan menjadi masa yang sulit baginya, selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.”
Artikel Tag: Piala Afrika, Maroko, Brahim Diaz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/mimpi-buruk-eks-gelandang-maroko-kritik-panenka-brahim-diaz

