Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Eintracht Frankfurt Incar Xabi Alonso Sebagai Pelatih Baru

    January 19, 2026

    Keberhasilan Reformasi Hukum Tergantung Sosialisasi KUHAP

    January 19, 2026

    Bisikan Gaib: Diisukan Mati Berkali-kali, Panji Petualang Dijaga Sosok Gaib : Okezone Celebrity

    January 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»MK Kabulkan Uji Materi UU Pers, Pertegas Perlindungan Wartawan

    MK Kabulkan Uji Materi UU Pers, Pertegas Perlindungan Wartawan

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 19, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian uji materi yang diajukan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) terhadap Pasal 8 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers).

    Melalui Putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025, MK menegaskan perlindungan terhadap wartawan bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik.

    “Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK Suhartoyo, yang disiarkan melalui YouTube Mahkamah Konstitusi RI, Senin (19/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    MK menyatakan frasa “perlindungan hukum” dalam Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers bertentangan dengan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    “Tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai: ‘Termasuk penerapan sanksi pidana dan/atau perdata terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya secara sah hanya dapat digunakan setelah mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan dugaan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik berdasarkan pertimbangan dan upaya penyelesaian oleh Dewan Pers tidak mencapai kesepakatan sebagai bagian dari penerapan restorative justice’,” ujarnya.





    Dalam uraian pertimbangannya, hakim MK Guntur Hamzah mengatakan norma Pasal 8 UU 40/1999 tidak mengatur secara jelas bentuk perlindungan hukum dalam rangka menjamin kepastian dan keadilan hukum bagi wartawan.

    Sebab, norma tersebut hanya bersifat deklaratif tanpa adanya konsekuensi perlindungan hukum yang nyata atau riil.

    “Bahkan, apabila norma tersebut tidak diberikan pemaknaan yang jelas dan konkret oleh Mahkamah maka berpotensi langsung menjerat wartawan tanpa terlebih dahulu melalui mekanisme yang terdapat dalam ketentuan UU 40/1999,” ujar Guntur.

    Oleh karena itu, MK merasa perlu memberikan pemaknaan secara konstitusional. Memastikan bahwa tindakan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya wajib mengedepankan mekanisme dan prinsip-prinsip perlindungan terhadap pers.

    “Termasuk berkenaan dengan gugatan, laporan, dan tuntutan hukum terhadap pers yang berkaitan dengan karya jurnalistiknya tidak serta-merta dapat langsung diproses melalui tuntutan hukum pidana dan/atau perdata,” kata hakim Guntur.

    “Sehingga, apabila terjadi sengketa yang bersumber dari karya jurnalistik dimaksud, maka penyelesaiannya harus mengedepankan mekanisme sebagaimana diatur dalam UU 40/1999 dengan mendapatkan pertimbangan dari Dewan Pers terkait dengan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers yang berkaitan dengan karya jurnalistik,” sambungnya.

    Dalam putusan ini, terdapat pula 3 Hakim Konstitusi yang memiliki pendapat berbeda (dissenting opinion), yakni Hakim Saldi Isra, Hakim Daniel Yusmic P. Foekh, dan Hakim Arsul Sani. Mereka berpendapat bahwa permohonan seharusnya ditolak.

    Respons Iwakum

    Sementara itu Ketua Umum Iwakum, Irfan Kamil, menilai putusan tersebut merupakan peneguhan sikap konstitusi terhadap martabat profesi wartawan, sekaligus kemenangan bagi seluruh insan pers di Indonesia.

    “Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa profesi wartawan tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenang. Perlindungan hukum terhadap kerja jurnalistik kini dipertegas sebagai mandat konstitusional dalam negara demokratis,” kata Kamil usai pembacaan putusan di Gedung MK.

    Menurut Kamil, selama ini banyak persoalan pemberitaan yang semestinya diselesaikan melalui mekanisme pers justru langsung dibawa ke ranah pidana atau perdata. Praktik tersebut dinilai merugikan wartawan sekaligus mengancam kebebasan pers dan hak publik atas informasi.

    “Sengketa jurnalistik kerap diperlakukan sebagai tindak pidana. Padahal, UU Pers telah menyediakan mekanisme penyelesaian yang beradab melalui hak jawab, hak koreksi, serta peran Dewan Pers. Putusan ini menegaskan kembali prinsip tersebut,” kata Kamil.

    Kamil menekankan bahwa dikabulkannya uji materi ini tidak menjadikan wartawan kebal hukum. Sebaliknya, MK justru memperjelas batas antara kebebasan pers dan tanggung jawab profesional.

    “Jika wartawan bekerja tidak profesional, melanggar kode etik, atau menyalahgunakan profesinya, tentu harus dimintai pertanggungjawaban. Tetapi mekanismenya harus tepat, proporsional, dan sesuai hukum pers, bukan dengan cara-cara sewenang-wenang,” ujarnya.

    Kamil menambahkan perlindungan konstitusional hanya diberikan terhadap kerja jurnalistik yang dilakukan dengan itikad baik dan untuk kepentingan publik.

    “Yang dilindungi adalah kerja jurnalistiknya, bukan orangnya. Wartawan bukan kebal hukum, tetapi sebagai profesi yang mulia dan memiliki fungsi penting dalam demokrasi, wartawan juga tidak boleh dihukum secara serampangan,” ujar Kamil.

    Kamil pun meminta agar putusan MK ini dijadikan pedoman oleh seluruh aparat penegak hukum agar tidak lagi menggunakan pasal-pasal pidana umum secara keliru terhadap kerja jurnalistik.

    “Mahkamah sudah memberikan rambu yang jelas. Tugas kita bersama memastikan rambu itu benar-benar dipatuhi dalam praktik,” ujar Kamil.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono menekankan pentingnya implementasi putusan MK secara konsisten oleh aparat penegak hukum.

    “Putusan ini memberi arah yang tegas agar aparat penegak hukum mampu membedakan secara jelas antara sengketa pers dan tindak pidana. Dengan pemahaman yang tepat, kriminalisasi terhadap wartawan dapat dicegah,” ujar Ponco.

    Menurut Ponco, kejelasan mekanisme penegakan hukum justru akan mendorong profesionalisme wartawan dan memperkuat kualitas pers secara keseluruhan.

    “Dengan aturan yang dihormati, pers akan tumbuh lebih sehat, dan penegakan hukum berjalan lebih adil serta beradab,” katanya.

    Di sisi lain, Kuasa Hukum Iwakum, Viktor Santoso Tandiasa, mengapresiasi langkah MK yang telah memberikan kepastian hukum dalam implementasi perlindungan wartawan.

    “Putusan Mahkamah Konstitusi ini memberikan kepastian hukum bahwa wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik tidak dapat langsung digugat secara perdata ataupun dituntut pidana,” kaya Viktor.

    (fra/fam/fra)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Keberhasilan Reformasi Hukum Tergantung Sosialisasi KUHAP

    January 19, 2026

    Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Tangkap ASN hingga Pihak Swasta

    January 19, 2026

    Tim DVI Polda Sulsel Terima Data Antemortem Keluarga

    January 19, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Eintracht Frankfurt Incar Xabi Alonso Sebagai Pelatih Baru

    Berita Olahraga January 19, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol – Tepat satu minggu telah berlalu sejak Real Madrid dan Xabi…

    Keberhasilan Reformasi Hukum Tergantung Sosialisasi KUHAP

    January 19, 2026

    Bisikan Gaib: Diisukan Mati Berkali-kali, Panji Petualang Dijaga Sosok Gaib : Okezone Celebrity

    January 19, 2026

    Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Tangkap ASN hingga Pihak Swasta

    January 19, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Eintracht Frankfurt Incar Xabi Alonso Sebagai Pelatih Baru

    January 19, 2026

    Keberhasilan Reformasi Hukum Tergantung Sosialisasi KUHAP

    January 19, 2026

    Bisikan Gaib: Diisukan Mati Berkali-kali, Panji Petualang Dijaga Sosok Gaib : Okezone Celebrity

    January 19, 2026

    Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Tangkap ASN hingga Pihak Swasta

    January 19, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.