
Solo, CNN Indonesia —
Kanjen Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH-PA) Tedjowulan melepas gelarnya sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta. Adik beda ibu dari mendiang SISKS Pakubuwana XIII Hangabehi itu kini menyebut dirinya Panembahan Agung Karaton Kasunanan Surakarta.
Pergantian jabatan tersebut dilakukan Gusti Tedjo setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
SK tersebut diserahkan Fadli Zon kepada Gusti Tedjo di Jakarta 9 Januari lalu. Sedangkan seremoni serah terima digelar di Sasana Handrawina, Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (18/1) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan keraton, Gusti Tedjowulan berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” kata juru bicara Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro lewat keterangan tertulis, Senin (19/1).
Pakoenegoro alias Candra Malik menjelaskan jabatan Mahamenteri Keraton Surakarta diperoleh Gusti Tedjowulan lewat Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 430-2933 Tahun 2017.
Dalam SK tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo memutuskan Keraton Kasunanan Surakarta dipimpin oleh SISKS PB XIII dan didampingi oleh Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta berkoordinasi dengan pemerintah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.
Panembahan Agung Tedjowulan sendiri hari ini mulai berkantor di Keraton Surakarta. Pakoenegoro mengatakan Gusti Tedjowulan tengah menyiapkan pengelolaan Keraton Surakarta sebagaimana dimandatkan dalam SK Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026.
“Salah satunya adalah rencana konsolidasi keluarga besar keraton. Kami belum bisa merincinya, tapi bisa kami pastikan rencana kerja Gusti Tedjowulan adalah demi kebaikan bersama dan masa depan keraton,” kata Pakoenegoro.
Ia menambahkan Gusti Tedjowulan meminta semua pihak perlu menahan diri untuk bisa duduk bersama menyelesaikan persoalan di internal Keraton.
“Gusti Tedjowulan mengarahkan agar semua pihak mengutamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi dan golongan atau kelompok,” kata Pakoenegoro.
Lebih lanjut, Gusti Tedjowulan juga menanggapi aksi protes yang dilakukan kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya di depan Fadli Zon kemarin. Kakak tertua PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Agung Timoer Rumbai menginterupsi acara penyerahan SK dari Fadli Zon ke Gusti Tedjowulan.
Menurut Pakoenegoro, Gusti Tedjowulan sangat menghormati hak berpendapat semua pihak. Hanya saja ia menyayangkan cara-cara yang ditempuh oleh pihak PB XIV Purbaya.
“Karena saat itu sedang berlangsung kegiatan Pemerintah Pusat di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” kata dia.
Gusti Tedjowulan, kata Pakoenegoro siap mendengarkan aspirasi semua pihak. Ia menyarankan agar semua pihak memperhatikan norma adat dan sosial yang berlaku di masyarakat.
“Apalagi beliau-beliau adalah keturunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang adiluhung, yang menjadi pusat dari budaya di Jawa Tengah,” kata Pakoenegoro.
(syd/gil)
[Gambas:Video CNN]

