Hingga Senin 19 Januari 2026, sudah delapan data antemortem diperoleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan Seluruhnya berasal dari keluarga korban.
“Update delapan orang keluarga yang sudah dilakukan pemeriksaan antemortem,” Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Didik Supranoto saat dikonfirmasi.
Didik mengatakan, data antemortem dibutuhkan dalam proses identifikasi. Nantinya data tersebut akan dicocokan dengan data postmortem yang diambil dari jenazah korban.
Ia pun meminta pihak keluarga untuk bersabar. Terkait informasi terbaru bisa menghubungi Biddokes Polda Sulsel.
“Kalau ada keluarga yang menanyakan bisa menanyakan ke Kompol ABD Rahman (nomor handphone) 085388889928, Dokter Asnani (nomor handphone) 0811469088,” kata Didik.
Jumlah manifest dalam pesawat terdiri dari kru yakni Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita, Esther Aprilia.
Ada pula tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1 Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.

