
Makassar, CNN Indonesia —
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan dan telah dibawah ke RS Bhayangkara Makassar.
Korban kedua berjenis kelamin perempuan dan ditemukan di lereng paling dalam dengan kedalaman sekitar 350 hingga 400 meter dari punggungan gunung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danrem 141/Toddopuli Brigjen Andre Clift Rumbayan menjelaskan jenazah korban kedua sebenarnya telah ditemukan sejak sehari sebelumnya.
Namun proses evakuasi baru dapat dilakukan karena kondisi alam yang sangat terjal serta cuaca ekstrem yang menyulitkan pergerakan tim di lapangan.
“Evakuasi dimulai pada pukul 11.00 WITA. Jenazah ditarik dari kedalaman kurang lebih 350 meter menggunakan teknik evakuasi vertikal oleh tim SAR gabungan,” kata Brigjen Rumbayan di posko SAR Tompo Bulu, Selasa (20/1).
Selama proses pengambilan jenazah, tim menghadapi tantangan berat berupa hujan deras dan angin kencang. Bahkan, kecepatan angin di lokasi mencapai sekitar 25 knot sehingga proses evakuasi berjalan lebih lambat dari perencanaan awal.
“Karena cuaca yang cukup berat, proses penarikan dan pengamanan jenazah baru bisa diselesaikan sampai di puncak sekitar pukul 17.15 Wita,” ujarnya.
Setelah tiba di puncak, kata Rumbayan, tim evakuasi langsung melakukan penurunan jenazah menuju posko utama.
Proses ini berlangsung sepanjang malam hingga akhirnya jenazah tiba di posko sekitar pukul 02.00 WITA dini hari, dan langsung diterima oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.
“Setibanya di posko, tim DVI melakukan proses pelabelan dan pendataan awal selama kurang lebih 20 menit,” ujarnya.
Menurut Rumbayan, jenazah korban kedua langsung diberangkatkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Rumbayan menyebut korban ini merupakan jenazah kedua yang berhasil dievakuasi setelah sebelumnya tim SAR gabungan mengevakuasi korban pertama yang berjenis kelamin laki-laki.
“Untuk korban kedua ini, tim memastikan berjenis kelamin perempuan berdasarkan pengamatan awal di lapangan. Namun untuk identitas lengkap, tetap menunggu hasil resmi dari tim DVI,” katanya.
(fra/mir/fra)
[Gambas:Video CNN]

