Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pengundian Badai Emas Pegadaian Periode II Tahun 2025 Digelar : Okezone Economy

    January 20, 2026

    Korban Guru SD Cabul Tangsel Murid Laki-laki, Aksinya Direkam Ponsel

    January 20, 2026

    Pengawasan Demokrasi di Indonesia Masih Musiman

    January 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Tedjowulan Klaim Panembahan Agung Keraton Surakarta, Apa Artinya?

    Tedjowulan Klaim Panembahan Agung Keraton Surakarta, Apa Artinya?

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 20, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Solo, CNN Indonesia —

    Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH-PA) Tedjowulan kini menjabat Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta.

    Lalu apa arti jabatan Panembahan Agung Keraton Surakarta yang kini dipegang Tedjowulan?

    Peneliti Sraddha Institute, Rendra Agusta menjelaskan ‘panembahan’ berasal dari kata ‘sembah’ atau menghormati. Gelar panembahan biasanya diberikan kepada orang yang dihormati atau dituakan.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Sepanjang sejarah, banyak tokoh yang memakai gelar panembahan,” kata Rendra kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/1).

    Ada banyak tokoh sepanjang sejarah Dinasti Mataram Islam yang menyandang gelar Panembahan. Gelar tersebut biasanya diberikan kepada orang yang dihormati atau dituakan.





    Ia mencontohkan Pangeran Kajoran yang hidup di era Sultan Agung Hanyakrakusuma. Pangeran Kajoran mendapat gelar Panembahan Romo karena kepemimpinan dan keilmuannya.

    Tradisi pemberian gelar ‘panembahan’ kepada sesepuh ini bahkan masih berlanjut hingga menjelang kemerdekaan.

    “Di masa Pakubuwana XII juga ada Panembahan Hadiwijaya, seorang yang menjadi tempat raja meminta pertimbangan,” kata dia.

    Hanya saja, Rendra mengaku tidak pernah mendengar ‘panembahan’ digunakan sebagai jabatan di Keraton Surakarta seperti KGPH-PA Tedjowulan yang kini menjabat Panembahan Agung Keraton Surakarta.

    “Saya kurang tahu apakah ada Panembahan yang menjadi caretaker (pelaksana tugas raja),” kata Rendra.

    Meski demikian, adanya sesepuh yang memandu masa transisi kepemimpinan di Keraton Surakarta bukan hal baru.

    “Tapi biasanya memang ada wali raja pada masa transisi. Ada masa permusyawaratan yang biasanya dipimpin oleh tetua. Bisa adik raja atau orang yang dituakan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Gusti Tedjowulan melepas jabatannya sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta. Adik beda ibu dari mendiang SISKS Pakubuwana XIII Hangabehi itu kini menyebut dirinya Panembahan Agung Karaton Kasunanan Surakarta.

    Pergantian jabatan tersebut dilakukan Gusti Tedjo setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

    SK tersebut diserahkan Fadli Zon kepada Gusti Tedjo di Jakarta 9 Januari lalu. Sedangkan seremoni serah terima digelar di Sasana Handrawina, Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (18/1) kemarin.

    “Dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pengelolaan keraton, Gusti Tedjowulan berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” kata juru bicara Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro lewat keterangan tertulis, Senin (19/1).

    (fra/syd/fra)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Korban Guru SD Cabul Tangsel Murid Laki-laki, Aksinya Direkam Ponsel

    January 20, 2026

    Banjir Masih Kepung Pati, Warga Berobat dan ke Sekolah Pakai Perahu

    January 20, 2026

    Kolaborasi PU dan Hutama Karya Pulihkan Akses Tarutung-Sibolga

    January 20, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pengundian Badai Emas Pegadaian Periode II Tahun 2025 Digelar : Okezone Economy

    Program Presiden January 20, 2026

    Pengundian Badai Emas Pegadaian. (Foto: dok Pegadaian) JAKARTA – PT Pegadaian resmi…

    Korban Guru SD Cabul Tangsel Murid Laki-laki, Aksinya Direkam Ponsel

    January 20, 2026

    Pengawasan Demokrasi di Indonesia Masih Musiman

    January 20, 2026

    5 Pemain Kesayangan Shin Tae-yong Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia? : Okezone Bola

    January 20, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pengundian Badai Emas Pegadaian Periode II Tahun 2025 Digelar : Okezone Economy

    January 20, 2026

    Korban Guru SD Cabul Tangsel Murid Laki-laki, Aksinya Direkam Ponsel

    January 20, 2026

    Pengawasan Demokrasi di Indonesia Masih Musiman

    January 20, 2026

    5 Pemain Kesayangan Shin Tae-yong Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia? : Okezone Bola

    January 20, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.