Menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, efisiensi justru menjadi instrumen untuk memastikan dana haji sepenuhnya kembali ke kepentingan jemaah.
“Alhamdulillah sudah kita laporkan semuanya, mulai dari persiapan akomodasi hotel, persiapan katering untuk makannya, persiapan transportasi di sana,” ujar Dahnil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Dahnil menjelaskan, efisiensi terlihat pada biaya konsumsi jemaah yang turun dari 40 riyal menjadi 36 riyal per orang. Meski demikian, ia menegaskan kualitas makanan justru ditingkatkan.
“Jadi ada penurunan sekitar 4 real. Tapi gramasi makanannya atau kualitas makanannya itu naik. Jadi kualitasnya naik tapi harganya bisa kita turunkan,” kata Dahnil.
Ia menekankan penurunan biaya tersebut dimungkinkan karena pemerintah memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan bersih.
“Karena efisiensi dalam konteks kita memastikan proses penyediaannya itu tanpa ada rente, ada korupsi, ada cashback. Jadi kita memastikan prosesnya terbuka, prosesnya bersih,” pungkas Dahnil.

