Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) memperkuat kolaborasi untuk memulihkan konektivitas pada koridor nasional Tarutung-Sibolga. Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas warga di Provinsi Sumatera Utara kembali lancar pascabencana.
Penanganan darurat mencakup jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer. Proyek ini menyasar 103 titik kritis yang sebelumnya sempat mengganggu akses transportasi antarwilayah secara signifikan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa balai teknis di seluruh provinsi telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kepastian akses transportasi dan konektivitas bagi masyarakat terdampak segera pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatra, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1).
Fokus utama pemulihan mencakup penanganan menyeluruh di kawasan rawan Batu Lubang melalui dua tahap pengerjaan. Kementerian menjaga akses sementara tetap berfungsi sembari menyiapkan rancangan permanen untuk memperkuat ketahanan jalur tersebut.
Di titik putus STA 16+050, Kementerian PU menyiapkan rencana realinyemen sebagai solusi permanen. Jalur Batu Lubang juga diupayakan tidak lagi dilalui untuk mencegah hambatan arus kendaraan di masa mendatang.
Selama masa transisi pemulihan, pembukaan dan pembersihan akses terus dilakukan di Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225. Langkah ini menjaga pergerakan warga tetap berjalan meski penanganan permanen masih berlangsung.
Secara keseluruhan, penanganan mencakup 76 titik longsor tebing, 22 titik jalan amblas, dan 5 titik jalan putus. Pelaksanaan dibagi ke dalam dua zona agar pengawasan lapangan dan pengendalian mutu lebih optimal.
“Zona 1 ditetapkan untuk menangani 42 titik penanganan, sedangkan Zona 2 menangani 61 titik penanganan, dengan penempatan sumber daya yang diarahkan pada titik-titik prioritas sesuai kebutuhan lapangan,” terang Dody.
Pemulihan di Desa Simaninggir difokuskan pada perbaikan akses sepanjang satu kilometer menuju arah Sibolga. Empat unit ekskavator dan berbagai alat berat lainnya dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan di lokasi tersebut.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta karakter tanah yang dinamis. Aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama mengingat tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur strategis ini setiap harinya.
Dody menyebutkan, data mencatat rata-rata 16.362 kendaraan melintas setiap hari sebelum terjadinya bencana di wilayah tersebut.
“Angka ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pemulihan akses, terutama untuk memastikan aspek keselamatan, kelancaran arus kendaraan, serta kesiapan segmen ketika kembali difungsikan secara lebih luas,” tegasnya.
Salah seorang warga sekitar, Abdul, mengapresiasi percepatan pemulihan yang dilakukan oleh pihak Hutama Karya. Ia merasakan akses yang kembali terbuka sangat membantu kelancaran mobilitas dan kegiatan ekonomi sehari-hari masyarakat.
“Saya pribadi sih alhamdulillah, banyak perkembangan dan banyak yang dibantu sejak HK datang. Akses jalan yang sebelumnya tertutup, sejak HK datang alhamdulillah orang bisa lewat. Kegiatan kehidupan sehari-hari sudah bisa normal lagi,” ucap dia.
Pulihnya jalur utama ini mempermudah distribusi kebutuhan dasar dan memperbaiki keterhubungan layanan publik bagi warga. Waktu tempuh yang lebih terprediksi juga membantu menekan beban logistik bagi para pelaku usaha lokal.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh program Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana, terutama pada titik-titik yang langsung berdampak pada mobilitas warga.
“Prioritas utama adalah memastikan akses kembali aman. Kerja bersama lintas pihak perlu dijaga agar pemulihan berjalan dengan tepat waktu agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
(rir)

