Retakan East Africa Rift (EARS). (Foto: Reuters)
JAKARTA – Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa Benua Afrika sedang terbelah di sepanjang retakan raksasa yang akan membentuk samudra baru di antara dua massa daratan besar. Meski begitu, pemisahan dua bagian ini diperkirakan baru akan terjadi puluhan juta tahun lagi.
Dilansir Newsweek, pemisahan ini terjadi di sepanjang Celah Afrika Timur (East African Rift/EAR), di mana bagian timur Afrika, lempeng Somalia, terpisah dari lempeng Nubia yang lebih besar, yang membentuk bagian benua lainnya.
Pemisahan lempeng ini sangat lambat, dan akan membutuhkan puluhan juta tahun untuk terjadinya pemisahan penuh, dengan pergerakan hanya beberapa milimeter setiap tahunnya.
Lempeng Nubia dan Somalia juga terpisah dari lempeng Arab di utara, menciptakan sistem retakan berbentuk Y. Lempeng-lempeng ini berpotongan di wilayah Afar, Ethiopia, yang dikenal sebagai “persimpangan tiga lempeng.” Ini adalah salah satu tempat langka di Bumi di mana tiga retakan tektonik—Retakan Ethiopia, Laut Merah, dan Teluk Aden—bertemu.
Terbentuk pada periode Miosen sekitar 25 juta tahun yang lalu, EAR (East African Rift) berasal dari persimpangan tiga lempeng Afar dan saat ini membentang sekitar 2.174 mil dari Laut Merah hingga Mozambik. Retakan timurnya melewati Ethiopia dan Kenya, sementara retakan baratnya membentang dalam bentuk busur dari Uganda hingga Malawi.

