
Jakarta, CNN Indonesia —
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memerintahkan seluruh jajaran untuk cepat beradaptasi dengan berbagai modus-modus kejahatan perempuan dan anak serta perdagangan orang (TPPO) di ruang digital.
Hal itu disampaikan dalam peluncuran buku ‘Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO, Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital’ yang ditulis bersama Komjen (P) I Ketut Suardana dan Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah.
“Kita harus betul-betul cepat beradaptasi terhadap modus-modus kejahatan TPPO, kejahatan terhadap perempuan anak di era digital ini,” ujarnya di Bareskrim Polri, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan dalam era digital saat ini terdapat banyak informasi yang diterima masyarakat. Padahal, kata dia, tidak semua masyarakat bisa menyadari bahayanya dan terjebak kejahatan perdagangan orang.
Dedi menegaskan lambatnya adaptasi yang dilakukan oleh anggota hanya akan menambah korban-korban baru TPPO di pelbagai wilayah.
“Di era digital ini kalau kita terlambat mengantisipasi dan memitigasi kejahatan TPPO, kejahatan kepada perempuan dan anak, maka kita akan terlambat terus penanganannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, penanganan TPPO harus dilaksanakan secara terpadu dan lintas lembaga seperti dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Penanganan terpadu lintas lembaga (LPSK/PPATK), karena tidak akan bisa ditangani oleh Polri sendiri. Harus betul-betul kerja sama dengan stakeholders lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres jajaran.
Peluncuran Direktorat PPA-PPO tersebut turut dihadiri oleh Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri PAN-RB Rini Widyanti dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.
“Hari ini kita luncurkan 11 Polda dan 22 Polres untuk dibentuk Direktorat PPA dan PPO tingkat Polda dan Polres,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (21/1).
Kapolri berharap dengan adanya Direktorat PPA-PPO di tingkat wilayah dapat mengatasi permasalahan yang menjadi fenomena gunung es selama ini.
(tfq/dal)
[Gambas:Video CNN]

