Para Pembalap MotoGP 2025. (Foto: Instagram/motogp)
MONTE CARLO – Peta persaingan MotoGP 2026 menyajikan kontras yang menarik dari segi usia para penunggang besi. Di satu sisi, pengalaman menjadi senjata utama bagi sang veteran, sementara di sisi lain, nyali muda mulai mengancam dominasi papan atas. Nama Johann Zarco resmi menjadi pembalap tertua di grid, sedangkan talenta masa depan Fermin Aldeguer memegang status sebagai rider paling muda musim ini.
Johann Zarco, pembalap asal Prancis yang lahir pada 16 Juli 1990, memasuki musim 2026 dengan usia 35 tahun. Meski menjadi yang paling senior, performa rider LCR Honda ini justru sedang menanjak.
Berbanding terbalik dengan Zarco, Fermin Aldeguer yang membela Gresini Ducati menjadi “bayi” di kelas utama. Lahir pada 5 April 2005, Aldeguer memulai persaingan musim 2026 di usia yang baru menginjak 20 tahun.
1, Rookie of the Year
Fermin Aldeguer datang ke musim 2026 dengan modal mentereng sebagai Rookie of the Year 2025. Tandem Alex Marquez ini sukses menyita perhatian setelah finis di posisi ke-8 klasemen akhir musim lalu dengan koleksi 214 poin.
Namun, ambisi Aldeguer tidak berhenti di sana, ia secara terang-terangan bermimpi untuk bisa setim dengan Marc Marquez di tim pabrikan Ducati pada 2027 mendatang.
Aldeguer menilai kehadiran Marc Marquez di kubu Ducati telah mengubah peta kekuatan, bahkan hingga membuat performa Francesco Bagnaia merosot ke posisi keempat pada akhir musim 2025. Bagi Aldeguer, bersaing dengan Marquez adalah tantangan yang ia inginkan.
“Memiliki Marc Marquez adalah masalah besar. Kami semua ingin punya masalah seperti itu, atau setidaknya saya, pada 2027 nanti,” ungkap rider Spanyol tersebut.
Untuk mewujudkannya, ia bertekad mengungguli Alex Marquez sepanjang musim 2026 demi mengamankan tiket ke tim utama.

