Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga & Sahabat di Batu Tulis

    January 23, 2026

    Marc-Andre ter Stegen Beberkan Alasan Gabung Girona

    January 23, 2026

    30 Ribu Karyawan Amazon Terancam PHK

    January 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Ini 4 Alasan Mengapa Bunga Penjaminan LPS Tidak Naik

    Ini 4 Alasan Mengapa Bunga Penjaminan LPS Tidak Naik

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 23, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 19 Januari 2026, diputuskan bahwa besaran TBP tetap berada di angka; 3,50 persen untuk simpanan Rupiah di Bank Umum, 2,00 persen untuk simpanan Valas di Bank Umum, dan 6,00 persen untuk simpanan Rupiah di BPR.


    Keputusan untuk tidak mengubah angka tersebut didorong oleh empat faktor fundamental ekonomi dan perbankan saat ini:

    Pertama adalah Tren Penurunan Suku Bunga Pasar (SBP). Data menunjukkan bahwa suku bunga pasar, baik untuk simpanan Rupiah maupun valuta asing, masih bergerak dalam tren menurun. Hal ini memberikan ruang bagi LPS untuk menjaga TBP tetap stabil tanpa mengganggu dinamika pasar.



    Kedua, Likuiditas Perbankan yang Memadai. Jumlah simpanan di sektor perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi likuiditas yang tergolong longgar ini meminimalisir tekanan bagi bank untuk menaikkan suku bunga simpanan secara agresif.

    Ketiga, Cakupan Penjaminan yang Stabil. LPS menilai tingkat cakupan penjaminan simpanan saat ini masih sangat terjaga, sehingga kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan tetap kokoh.

    Keempat, Sinergi Kebijakan Makroekonomi. Mempertahankan TBP dinilai sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional yang fokus pada penguatan momentum pertumbuhan ekonomi.

    Meskipun berlaku hingga akhir Mei 2026, LPS menegaskan bahwa penyesuaian TBP dapat dilakukan sewaktu-waktu (diskresi) apabila terjadi perubahan signifikan pada kondisi ekonomi, perbankan, maupun gejolak di pasar keuangan.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    30 Ribu Karyawan Amazon Terancam PHK

    January 23, 2026

    Transjakarta Penyesuaian Rute Imbas Banjir Jakarta, Ini Daftarnya

    January 23, 2026

    Efek Greenland Bikin Wall Street Hijau

    January 23, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga & Sahabat di Batu Tulis

    Berita Teknologi January 23, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan merayakan ulang…

    Marc-Andre ter Stegen Beberkan Alasan Gabung Girona

    January 23, 2026

    30 Ribu Karyawan Amazon Terancam PHK

    January 23, 2026

    Korupsi Minyak Mentah, Begini Penjelasan Eks Wamen ESDM soal Penyewaan Terminal BBM OTM : Okezone News

    January 23, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga & Sahabat di Batu Tulis

    January 23, 2026

    Marc-Andre ter Stegen Beberkan Alasan Gabung Girona

    January 23, 2026

    30 Ribu Karyawan Amazon Terancam PHK

    January 23, 2026

    Korupsi Minyak Mentah, Begini Penjelasan Eks Wamen ESDM soal Penyewaan Terminal BBM OTM : Okezone News

    January 23, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.