Kisah Haru Nur Ali, Guru di Tapanuli Selatan yang Hibahkan 7.500 Meter Tanahnya untuk Bangun Sekolah (Foto: Kemenag)
JAKARTA – Kisah haru datang dari dunia pendidikan di Tapanuli Selatan. Di tengah upaya warga bangkit dari duka pascabanjir, sosok guru bernama Nur Ali Harahap, S.Pd.I. menghadirkan harapan lewat ketulusan luar biasa. Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan ini menghibahkan tanah seluas 7.500 meter persegi miliknya untuk pembangunan dan pengembangan madrasah.
Keputusan besar tersebut diambil Nur Ali hanya empat bulan menjelang masa pensiunnya pada Agustus 2025. Bagi Nur Ali, pengabdian selama lebih dari 20 tahun sebagai guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup untuk memajukan pendidikan agama di daerahnya.
Tanah yang dihibahkan berada di wilayah Angkola Selatan, kawasan yang dulunya belum memiliki madrasah. Melalui hibah ini, Nur Ali berharap akses pendidikan agama bagi generasi muda dapat semakin terbuka dan berkelanjutan.
Perjalanan Hidup Penuh Perjuangan
Lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1990 ini mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Ia pernah merantau ke berbagai daerah, bahkan bekerja sebagai tenaga kerja di Arab Saudi. Pengalaman hidup di perantauan justru menguatkan keyakinannya akan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak bangsa.
“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah. Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” ujar Nur Ali, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Jumat (23/1/2026).

