Berita Tinju: Peluncuran Zuffa Boxing yang semakin dekat justru memicu kontroversi di kalangan petinggi tinju dunia. Presiden World Boxing Council, Mauricio Sulaiman, secara terbuka meragukan ambisi Dana White yang ingin membangun ekosistem tinju di luar struktur tradisional. Menurut Sulaiman, langkah tersebut masih berada di level liga kecil dan berpotensi mengulangi kegagalan berbagai proyek serupa di masa lalu.
Zuffa Boxing dijadwalkan menggelar event perdananya pada 23 Januari di UFC Apex, Las Vegas. Ajang tersebut akan menampilkan delapan pertandingan dengan petinju Irlandia, Callum Walsh, sebagai bintang utama menghadapi mantan penantang juara dunia Carlos Ocampo. Meski menarik perhatian publik, Sulaiman menilai satu gelaran belum cukup untuk menantang dominasi badan tinju yang sudah berdiri puluhan tahun.
Dana White sebelumnya menyatakan Zuffa Boxing tidak akan bekerja sama dengan empat badan tinju utama, yakni WBC, WBA, IBF, dan WBO. Ia juga menegaskan akan membangun sistem peringkat serta gelar juara sendiri. Namun, rencana tersebut dinilai mulai menunjukkan celah setelah Zuffa merekrut juara dunia IBF kelas cruiserweight, Jai Opetaia.
Opetaia secara terbuka masih membidik laga unifikasi dan status juara tak terbantahkan. Ambisi tersebut hampir mustahil tercapai tanpa berhubungan dengan badan tinju lain. Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan konsistensi konsep yang dibawa Zuffa Boxing.
Dalam wawancara dengan Boxing Social, Mauricio Sulaiman menilai pendekatan Dana White terlalu konfrontatif sejak awal.
“Sangat disayangkan Dana White dan timnya datang dengan sikap menekan dan agresif. Tidak perlu cara seperti itu. Mereka bisa menjalankan liga tinju sendiri dan saya berharap itu memberi manfaat bagi petinju. Namun cara penyampaiannya justru berlawanan dengan kepentingan tinju secara umum,” ujar Sulaiman.
Ia juga menegaskan bahwa daya tarik sabuk juara resmi masih sangat kuat. Sulaiman mencontohkan Callum Walsh yang memegang gelar WBC Continental Americas, serta petinju lain seperti Dalton Smith dan Conor Benn yang secara terbuka membidik sabuk WBC sebagai target utama karier mereka.
Lebih jauh, Sulaiman membandingkan Zuffa Boxing dengan berbagai liga tandingan di olahraga lain yang gagal menyaingi struktur utama. Menurutnya, sejarah panjang WBC, WBA, IBF, dan WBO adalah fondasi yang tidak mudah digeser.
“Sejarah badan tinju itu sangat kaya. Itulah identitas tinju. Seperti sepak bola Amerika, NFL tetap menjadi liga utama meski berkali kali muncul liga tandingan. Mereka akhirnya hanya menjadi kompetisi sekunder,” katanya.
Meski melontarkan kritik tajam, Mauricio Sulaiman tetap berharap Zuffa Boxing dapat membuka peluang dan lapangan kerja bagi petinju. Namun ia menegaskan, tanpa pendekatan kolaboratif dan penghormatan terhadap sistem yang ada, ambisi besar Dana White berisiko menemui jalan terjal.
Artikel Tag: Mauricio Sulaiman, Dana White, WBC
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/mauricio-sulaiman-remehkan-zuffa-boxing-soroti-sikap-dana-white

