Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Harper Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kehadiran Sjafrie menjadi bentuk perhatian dan penghargaan negara terhadap peran Warga Negara Indonesia asal Timor Timur yang sejak awal secara sadar dan konsisten memilih setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sjafrie menilai UNTAS sebagai organisasi yang memiliki nilai historis sekaligus peran strategis dalam menjaga persatuan, kebangsaan, dan stabilitas sosial, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, perjalanan sejarah Timor Timur harus dipahami sebagai bagian dari urusan kebangsaan yang dilandasi ketulusan, empati, dan semangat persaudaraan.
“Negara hadir untuk memastikan seluruh warga negara mendapatkan ruang pengabdian yang setara dan bermartabat,” ujar Sjafrie dalam keterangan resminya.
Menhan juga mendorong agar UNTAS tidak hanya menjadi organisasi simbolik, tetapi mampu berkarya secara nyata, memperkuat konsolidasi internal, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Kegiatan pengukuhan ini turut dihadiri oleh Wakil Panglima TNI, Gubernur Nusa Tenggara Timur, pimpinan DPRD, pejabat Kementerian Pertahanan, perwakilan TNI dan Polri di wilayah NTT, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas warga asal Timor Timur.

